Menyantap Ikan Bakar di Lhokseumawe, Pilih dan Timbang Sendiri

Kompas.com - 27/06/2019, 10:09 WIB
Ikan bakar di Warung Jaring Pukat, Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/6/2019). KOMPAS.com/MASRIADIIkan bakar di Warung Jaring Pukat, Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/6/2019).


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Seorang pekerja menyambut kedatangan pengunjung di Warung Jaring Pukat, Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/6/2019).

Deretan wadah penyimpanan ikan diletakkan di depan warung. Pembeli langsung datang dan silakan pilih sendiri jenis ikan. Mulai dari kerapu, jenara dan lainnya.

Mayoritas pembeli memilih ikan itu dibakar plus sambal kecap. Ini menu paling favorit pelanggan di warung itu. Siang itu pun, sejumlah pembeli memilih ikan bakar.

Salah satu diantaranya Muammar, asal Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara yang datang bersama keluarga untuk bersantap siang.

Memilih ikan di Warung Jaring Pukat, Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/6/2019). KOMPAS.com/MASRIADI Memilih ikan di Warung Jaring Pukat, Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/6/2019).
“Lokasinya strategis, dengan dengan kota. Jadi begitu kita di kota tinggal kemari, parkir juga luas,” kata Muammar.

Satu timbangan berada di depan warung. Pembeli silakan memilih ikan dan menimbang sendiri. Seorang pekerja berdiri di samping untuk mencatat berat ikan. Hari itu, Muammar memilih ikan kerapu seberat 2 kilogram.

Setelah ikan berpindah tangan ke pekerja, barulah pengunjung disilakan memilih tempat duduk.

Tersedia lesehan dan meja. Harus sabar menunggu. Sekitar 45 menit barulah ikan bakar itu disajikan.

Pengunjung menikmati ikan bakar di Warung Jaring Pukat, Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/6/2019). KOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung menikmati ikan bakar di Warung Jaring Pukat, Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/6/2019).
Kecap manis dicampur dengan irisan bawang dan cabai rawit mentah membuat sensasi pedas dan manis bercampur menjadi satu. Disediakan pula sambal merah goreng.

Ada pula lalapan berupa timun dan tomat diiris sedemikian rupa plus daun sawi.

Daging ikan yang dibakar itu sungguh gurih. Apalagi, nasi putih yang masih hangat disajikan dengan bungkusan. Sehingga tetap hangat sampai di meja konsumen.

“Bumbu kecapnya, pedasnya juga pas. Bagi yang suka pedas bisa minta tambah cabai rawit,” kata Muammar.

Memilih ikan di Warung Jaring Pukat, Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/6/2019). KOMPAS.com/MASRIADI Memilih ikan di Warung Jaring Pukat, Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/6/2019).
Pemilik warung itu, Mira, menyebutkan sejak dibuka tahun lalu, pengujung ramai hingga tutup pukul 23.00 WIB.

Dia fokus pada menu ikan. Untuk ikan segar langsung dibeli dari nelayan yang baru pulang melaut sekitar 50 meter dari warung itu.

Nah, jika mencari menu ikan bakar, tampaknya warung ini bisa jadi salah satu pilihan. Intsrumen musik kekinian terus mengalun pelan. Musik itu menemani pelanggan yang sedang bersantap. Selamat mencoba.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X