Bibit Durian Si Gundul Dibudidayakan di Taman Buah Mekarsari Bogor

Kompas.com - 28/06/2019, 14:10 WIB
Pada Akhir Februari 2007 Dr. Mohammad Reza Tirtawinata Manager R & D di Taman Buah Mekarsari melakukan eksplorasi durian si gundul di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dokumentasi pribadi Dr. Mohammad Reza Tirtawinata Manager R&D di Taman Buah Mekarsari. Pada Akhir Februari 2007 Dr. Mohammad Reza Tirtawinata Manager R & D di Taman Buah Mekarsari melakukan eksplorasi durian si gundul di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

KOMPAS.com – Bibit durian si gundul asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dibudidayakan di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya di Taman Buah Mekarsari yang terletak di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Adapun durian si gundul merupakan durian unik yang tak memiliki duri di kulitnya. Saat ini keberadaan durian jenis ini sangat sulit ditemui.

Baca juga: Inilah Si Gundul, Durian Tak Berduri Asli NTB

Petugas bagian Agro Taman Buah Mekarsari, Junaedi mengatakan, pembudidayaan bibit durian unik ini bermula dari eksplorasi yang dilakukan Manager R&D Taman Buah Mekarsari, Mohammad Reza Tirtawinata pada tahun 2007.

“Beliau eksplorasi di kaki Gunung Rinjani di Lombok, nah karena salah satu tujuan Taman Buah Mekar Sari itu adalah melestarikan tanaman buah Indonesia yang khususnya eksotik, langka dan sebagai macamnya begitu. Sementara di Lombok sendiri sih yag kami dengar memang sudah punah tanamannya,” ujar Junaedi saat dihubungi KompasTravel.

Kemudian tim agro Taman Buah Mekarsari mulai menanam ulang bibit tanaman ini dengan tidak mengubah identitas asal tanaman.

Pada Akhir Februari 2007 Dr. Mohammad Reza Tirtawinata Manager R & D di Taman Buah
Mekarsari saat itu menerima kiriman paket dari Ir Abdullah A Karim, MSi, kepala Balai
Pengawasan dan Sertifi kasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) NTB.
Dokumentasi pribadi Dr. Mohammad Reza Tirtawinata R&D di Taman Buah Mekarsari. Pada Akhir Februari 2007 Dr. Mohammad Reza Tirtawinata Manager R & D di Taman Buah Mekarsari saat itu menerima kiriman paket dari Ir Abdullah A Karim, MSi, kepala Balai Pengawasan dan Sertifi kasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) NTB.

“Artinya kami menanam ulang tanaman tersebut dengan turunan dari tanaman tersebut dengan tidak mengubah identitas asalnya. Karena kan kami ambil bagian pucuk, jadi kami lakukan grafting itu adalah perbanyakan tanaman secara vegetatif, nanti hasilnya sama persis dengan indukannya. Indukannya itu kita sebut Durian Si Gundul yang ada di Lombok,” papar Junaedi.

Junaedi mengatakan, pembudidayaan bibit durian si undul sudah dimulai pada tahun 2008. Wisatawan Taman Buah Mekarsari dapat menyaksikan secara langsung tanaman durian unik ini.

Secara fisik karakter daun dan batang pohon durian si gundul sama seperti durian lainnya. Namun daunnya berbukuran lebih kecil dan bergelombang .

 Baca juga: Kisah Penemuan Durian Si Gundul di Kaki Gunung Rinjani

Namun sayangnya, pertumbuhan tanaman durian si gundul di Taman Buah Mekarsari sedikit lebih lambat dari tanaman durian lainnya. Tanaman durian si gundul juga perlu perawatan ekstra.

“Lalu selama pembibitan itu kan kurang lebih 1 sampai 2 tahun ya, terus kami mulai tanam di lahan itu sekitar 2010 atau 2011, sekitar tahun itu. Jadi sudah sekitar 8 tahun yang lalu. Harusnya idealnya durian itu kan 5 hingga 6 tahun sudah berbuah, nah durian gundul ini di Mekarsari sampai saat ini belum berbuah,” lanjut Junaedi.

Hingga saat ini pihaknya terus melakukan perawatan terhadap bibt tanaman durian si gundul. Ia berharap tanaman ini lekas berbuah dan wisatawan dapat melihat wujud durian si gundul secara langsung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X