Kompas.com - 03/07/2019, 07:28 WIB
Pengunjung mengambil gambar hamparan pasir yang diselimuti empun upas dengan gawai miliknya di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUPengunjung mengambil gambar hamparan pasir yang diselimuti empun upas dengan gawai miliknya di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Fenomena frost atau embun upas di Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi salah satu daya tarik meningkatkan kunjungan wisatawan.

Pasalnya fenomena tersebut sangat langka dan membuat wisatawan penasaran untuk melihat butiran salju di lautan pasir berbisik gunung yang eksotis itu.

"Embun upas dilaporkan terlihat di sejumlah titik di antaranya Resort Ranupani dan Ranu Kumbolo di jalur pendakian Gunung Semeru, Bukit Penanjakan dan lautan pasir berbisik Gunung Bromo," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat saat dihubungi dari Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Ingin Lihat Bromo dan Semeru Diselimuti Es? Ketahui Ini Dulu!

Menurutnya fenomena embun upas di kawasan TNBTS tersebut terjadi sejak 16 Juni 2019 karena memasuki musim kemarau dan suhu udara pada malam hari bisa mencapai nol derajat celsius.

Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti empun upas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari. ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti empun upas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari.
Embun upas di Cemoro Lawang dan lautan pasir Gunung Bromo terlihat pada 17 Juni 2019 karena suhu di kawasan itu berkisar 10 hingga 12 derajat celsius pada siang hari.

"Sedangkan frost di kawasan Penanjakan dilaporkan pada 18 Juni 2019 dengan suhu mencapai 5 hingga 10 derajat celsius. Jika malam hari, suhu di puncak bukit yang biasanya dijadikan tempat melihat matahari terbit itu mencapai 0 derajat celsius," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Selain Bromo, Ini 5 Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi di Pasuruan

Sarif menjelaskan kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo selama Juni 2019 mengalami peningkatan karena memasuki musim libur Lebaran dan dilanjutkan dengan liburan sekolah.

Kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 94.000 orang dengan rincian 92.800 wisatawan nusantara dan 1.200 wisatawan mancanegara.

Fenomena frost atau embun yang membeku di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).Dok. Humas TNBTS Fenomena frost atau embun yang membeku di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
"Dengan embun upas di lautan pasir juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang penasaran akan fenomena langka musim kemarau di Gunung Bromo tersebut, sehingga tidak jarang wisatawan yang mengabadikan momen tersebut," katanya.

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, lanjut Sarif, jumlah kunjungan wisatawan selama Juni 2019 meningkat tajam dibandingkan pada Mei 2019 yang tercatat sebanyak 53.000 wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

"Kami imbau wisatawan untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk tidak mendekat ke kawah aktif Gunung Bromo dengan radius 1 kilometer yang merupakan batas aman," ujarnya.

Ada tiga jalur untuk menuju kawasan Gunung Bromo yakni melalui pintu masuk Cemorolawang Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Tengger Laut Pasir, pintu masuk RPTN Wilayah Gunung Penanjakan, dan pintu masuk Coban Trisula RPTN Wilayah Coban Trisula.

Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti empun upas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari.ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti empun upas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari.
Gunung Bromo yang memiliki keindahan eksotis saat matahari terbit (sunrise) menjadi salah satu obyek wisata favorit dan andalan di Jawa Timur.

Tak hanya wisatawan domestik berkunjung ke Bromo, namun wisatawan mancanegara juga tertarik untuk melihat sunrise dari puncak gunung.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Hoax soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Ada Hoax soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Travel Update
Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Travel Update
Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Jalan Jalan
Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Jalan Jalan
4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

Jalan Jalan
Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Jalan Jalan
3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

Jalan Jalan
Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

BrandzView
Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Travel Update
Sambut Event Besar, Ganjar Percepat Vaksinasi Covid-19 di Kawasan Wisata Jateng

Sambut Event Besar, Ganjar Percepat Vaksinasi Covid-19 di Kawasan Wisata Jateng

Travel Update
Syarat Wisata ke Nepal van Java Dusun Butuh Kaliangkrik, Magelang

Syarat Wisata ke Nepal van Java Dusun Butuh Kaliangkrik, Magelang

Travel Tips
Ada Vaksinasi Covid-19 Gratis di Museum Borobudur Magelang

Ada Vaksinasi Covid-19 Gratis di Museum Borobudur Magelang

Travel Update
Nepal van Java Buka Lagi, Seminggu Dikunjungi 3.000 Orang

Nepal van Java Buka Lagi, Seminggu Dikunjungi 3.000 Orang

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.