Kompas.com - 04/07/2019, 21:00 WIB
Pengunjung mengambil gambar hamparan pasir yang diselimuti empun upas dengan gawai miliknya di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUPengunjung mengambil gambar hamparan pasir yang diselimuti empun upas dengan gawai miliknya di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari.

JAKARTA, KOMPAS.com – Unggahan seorang turis asal Thailand, Jirote Wangcharoen, di sejumlah grup beredar luas di media sosial Facebook.

Dalam unggahannya, Jirote menuliskan pengalamannya yang tak mengenakkan saat melakukan perjalanan ke kawasan Bromo, Jawa Timur, pada pertengahan Juni lalu.

Ia mengaku terkejut karena "digetok" harga tinggi untuk tarif transportasi dari Probolinggo menuju Bromo.

"Ada mafia di sini yang tidak bersahabat dengan wisatawan. Saya tidak akan kembali lagi. Sepertinya tidak ada hubungannya dengan wisatawan seperti ini. I can't take Gojex here I must use them service they ask me 550000 IDR per car from Probolinggo to Bromo tpp expensive gojek ask me only 300000 IDR per car when i walk far away from them but them take motorcycle to block and will attack mee. I must tell them that i will sleep here at Probolinggo not go anywhere. But them found me at Cemeru Lawang and must use them service I pay 40000 IDR per person Them send me at Bayuangga again dan give me 60,000 IDR to Surabaya if not pay they May attack me. Why too expensive I take bus from Banyuwangi to Probolinggo 35000 IDR but bus from Probolinggo to Surabaya 60000 IDR. So I run escape Mafia and can take bus to surabaya only 25.000 IDR," tulis Jirote di grup "Probolinggo" dan "Backpackers Indonesia".

KompasTravel memastikan pengalaman Jirote dengan menghubungi yang bersangkutan melalui percakapan tertulis, Rabu (3/7/2019).

Ia mengisahkan kronologi pengalaman tak mengenakkan yang dialaminya tersebut.

Jirote melakukan perjalanan bersama tiga orang temannya pada 17 Juni 2019 sekitar pukul 17.00-19.30 WIB. Pengalaman yang sama ia alami saat kembali dari Bromo pada 18 Juni 2019 sekitar pukul 11.00-14.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awalnya, saat turun di terminal bis Probolinggo, ia mencari transportasi online yang bisa mengantarkannya ke Cemoro Lawang yang merupakan pintu masuk menuju Bromo.

Akan tetapi, tak satu pun armada yang datang. Para pengemudi meminta Jirote ke titik penjemputan yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi terminal.

Unggahan seorang turis Thailand yang mengungkapkan pengalamannya yang tak mengenakkan saat melakukan perjalanan ke Bromo.Facebook Unggahan seorang turis Thailand yang mengungkapkan pengalamannya yang tak mengenakkan saat melakukan perjalanan ke Bromo.

Mengingat jarak yang sangat jauh, ia kemudian menanyakan kepada pihak agen di terminal bus mengenai alternatif transportasi yang bisa membawanya menuju Cemoro Lawang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Jalan Jalan
Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Jalan Jalan
Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Jalan Jalan
PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

Travel Update
Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Travel Update
Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Travel Update
10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

Jalan Jalan
Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Travel Update
Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Travel Tips
Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Travel Update
Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Jalan Jalan
Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Travel Update
Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Travel Promo
Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X