Kompas.com - 08/07/2019, 08:00 WIB
Turis mancanegara di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memenuhi pantai bersiap-siap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016). KOMPAS.com/I MADE ASDHIANATuris mancanegara di Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, memenuhi pantai bersiap-siap menaiki kapal cepat menuju Bali, Jumat (25/8/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pariwasata massal kini semakin menjadi sorotan dunia. Lantaran banyak kota di dunia yang mulai kewalahan dengan kunjungan banyak turis.

Peneitian yang dilakukan oleh World Tourism and Travel Council (WTTC) and Jones Lang LaSalle (JLL) menganalisa 50 kota di seluruh dunia.

Dari analisa tersebut didapat tujuh ibu kota di dunia yang akan mengalami penigkatan turis drastis pada 2027. Tujuh ibu kota tersebut termasuk Bangkok (Thailand), Cape Town (Afrika Selatan), Delhi (India), Ho Chi Minh City (Vietnam), Istanbul (Turki), Mexico Ciy (Meksiko), dan Jakarta (Indonesia).

Khusus Jakarta bahkan diprediksi sebagai kota dengan populasi penduduk terpadat di dunia pada 2030, menggeser Tokyo, Jepang dari urutan kota terpadat penduduk di dunia.

Dalam penelitian ini membagi kota menjadi beberapa kategori berdasarkan seberapa siap sebuah kota untuk pertumbuhan pariwisata.

Ini diukur berdasarkan faktor-faktor seperti tenaga kerja, infrastruktur, stabilitas, lingkungan, pertumbuhan pariwisata berkelanjutan, manajemen pariwisata dan banyak lagi.

Studi ini membandingkan faktor-faktor tersebut dengan prediksi pertumbuhan pengunjung antara 2017 dan 2027. Ketika sebuah kota memiliki skor buruk untuk faktor pariwisata dan skor tinggi dalam proyeksi pertumbuhan pariwisata, kota tersebut berisiko mengalami pariwisata massal.

Pada dasarnya tujuh kota tersebut, termasuk Jakarta memiliki tingkat pertumbuhan pariwisata yang lebih tinggi dibanding yang dapat ditangani oleh sumber daya tersedia saat ini.

Dengan kata lain banyaknya kunjungan turis tidak melulu berarti baik jika sumber daya yang tersedia tidak dapat menangani pariwisata dengan tepat. Banyak kasus di kota-kota besar dunia yang berjuang akan efek negatif dari pariwisata massal.

Masyarakat Desa Kemiren, Banyuwangi menggelar upacara Barong Ider Bumi pada hari kedua Idul Fitri 2017. Upacara adat masyarakat suku Osing ini menarik minat wisatawan mancanegara.FIRMAN ARIF/KOMPAS.com Masyarakat Desa Kemiren, Banyuwangi menggelar upacara Barong Ider Bumi pada hari kedua Idul Fitri 2017. Upacara adat masyarakat suku Osing ini menarik minat wisatawan mancanegara.

BBC mencatat dua sisi dari pariwisata massal, pertama membuka lapangan pekerjaan tetapi seringkali pekerjaan musiman atau bayaran sangat rendah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.