Fasilitas di Pantai Pengamatan GMT Bangka Tengah Memprihatinkan

Kompas.com - 11/07/2019, 14:10 WIB
Jembatan dan gazebo di Pantai Terentang, Bangka Tengah yang pernah jadi lokasi pengamatan GMT, rusak terkena abrasi, Selasa (9/7/2019).HERU DAHNUR Jembatan dan gazebo di Pantai Terentang, Bangka Tengah yang pernah jadi lokasi pengamatan GMT, rusak terkena abrasi, Selasa (9/7/2019).

BANGKA TENGAH, KOMPAS.com - Jembatan dan sebuah bangunan gazebo di Pantai Terentang, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung mengalami kerusakan karena kerap diterjang abrasi air laut.

Fasilitas wisata di pantai yang pernah menjadi lokasi pengamatan Gerhana Matahari Total (GMT) pada 2016 itu hingga kini belum diperbaiki.

Daerah membutuhkan pendanaan dari pusat, disebabkan pembangunan infrastruktur penunjang diperkirakan cukup mahal.

Pantauan Kompas.com, kedua bangunan yang rusak tidak bisa lagi digunakan. Gazebo saat ini posisinya miring dan fondasinya terbongkar.

Sementara jembatan yang berada di samping gazebo, putus salah satu ujungnya. Jembatan sepanjang 12 meter itu sebelumnya berfungsi sebagai sarana untuk melintasi sungai kecil di bawahnya.

Meskipun dalam kondisi rusak dan berbahaya untuk digunakan, tidak ada papan peringatan yang tersedia di sekitar lokasi.

Padahal pengunjung pantai cukup ramai, terutama saat sore harinya.

"Sudah lama rusaknya. Bangunannya mungkin tidak kuat. Itukan rawa," kata Adi, warga Desa Terentang yang kebetulan memancing ikan di lokasi tersebut, Selasa (9/7/2019).

Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya, menyarankan agar pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pusat untuk pembiayaan pembangunan fasilitas pantai tersebut.

"Kalau bisa talud itu dibangun sampai seluruh pantai. Nah biayanya kan mahal kalau dibebankan ke pemkab," kata Didit yang berasal dari daerah pemilihan Bangka Tengah.

Dia menilai, anggaran pusat berpotensi masuk karena jalan utama yang melewati pantai merupakan jalan nasional yang menjadi tanggungan pusat.

"Sayang kalau Pantai Terentang yang fasilitasnya sudah cukup bagus dibiarkan begitu saja," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Tengah, Zainal mengatakan, pembangunan fisik tidak berada di bawah dinasnya.

Ia pun akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar fasilitas wisata tersebut bisa diperbaiki atau dibangun baru. "Memang kondisi saat ini tidak bagus melihatnya," katanya.

Pantai Terentang mulai menarik perhatian publik dan dibangun fasilitasnya sejak momen pengamatan massal GMT.

Bupati ketika itu, Erzaldi Rosman bahkan menyediakan sepuluh teleskop dan ribuan kacamata ultraviolet.

Pengamatan GMT turut dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saat itu dijabat Anies Baswedan, Jaksa Agung HM Prasetyo dan para akademisi perguruan tinggi dan LIPI.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X