Jurus Jokowi "Sulap" NTT Jadi Kawasan Industri Pariwisata

Kompas.com - 11/07/2019, 18:42 WIB
Komodo di Taman Nasional Komodo, Resort Loh Buaya, Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/5/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAKomodo di Taman Nasional Komodo, Resort Loh Buaya, Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/5/2014).

“Jadi betul-betul dirancang, uang sekali keluar tapi dirancang, direncanakan, dan betul-betul dari turun di bandara sampai ke tempat-tempat tujuan ini betul-betul kelihatan sambung semuanya kira-kira itu,” harap dia.

Prioritaskan konservasi

Meski mempersiapkan kawasan ini menjadi pusat industri pariwisata yang mampu menarik banyak wisatawan, Presiden mengingatkan bahwa Taman Nasional Komodo merupakan kawasan konservasi yang harus dijaga kelestariannya.

“Jangan sampai kita loss, bukan hanya urusan turisme tapi tidak juga melihat bahwa ini adalah kawasan konservasi,” kata Jokowi.

Enggak mungkin kita buka ‘Silakan, silakan’, enggak ada seperti itu,” lanjut Jokowi.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang, berdasarkan survei yang dilakukan pada 2018, saat ini terdapat kurang lebih 2.800 ekor Komodo yang tersebar di Pulau Rinca dan Pulau Komodo.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X