7 Hutan Mangrove di Indonesia, Pelindung Abrasi yang Wajib Dikunjungi

Kompas.com - 13/07/2019, 10:02 WIB
Warga Desa Adat Kedonganan mengikuti tradisi Mebuug-buugan (mandi lumpur), bertempat di hutan Mangrove dan pantai Kedongan di Jalan Pura Dalem Kedonganan, Jumat (8/3/2019). Tradisi ini dilakukan setelah melewati Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Caka 1941, Kamis (7/3/2019) kemarin. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga Desa Adat Kedonganan mengikuti tradisi Mebuug-buugan (mandi lumpur), bertempat di hutan Mangrove dan pantai Kedongan di Jalan Pura Dalem Kedonganan, Jumat (8/3/2019). Tradisi ini dilakukan setelah melewati Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Caka 1941, Kamis (7/3/2019) kemarin.

KOMPAS.com – Hutan mangrove atau yang kerap pula disebut dengan hutan bakau tumbuh di sepanjang pesisir pantai, muara sungai bahkan ada yang tumbuh di rawa gambut.

Hutan angrove bermanfaat besar bagi penduduk Indonesia yang mencapai 40-50 persen  tinggal di daerah dekat pantai, yakni mencegah abrasi dan tsunami, serta peresapan air laut ke daratan. 

Di Indonesia, terdapat beberapa kawasan hutan mangrove yang cukup cantik, dan digunakan sebagai jujugan tempat wisata.

Berikut ini KompasTravel merangkum beberapa hutan mangrove di Indonesia yang bisa Kamu datangi:

1. Hutan Bakau Muara Gembong Bekasi

Kawasan ekowisata Mangrove di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembobg, Kabupaten Bekasi resmi dibuka, Kamis (29/11/2018).Dokumentasu Humas PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field Kawasan ekowisata Mangrove di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembobg, Kabupaten Bekasi resmi dibuka, Kamis (29/11/2018).

Hutan Bakau di wilayah Gembong Bekasi ini menawarkan trekking Ekowisata Mangrove sepanjang 200 meter dengan keindahan hutan mangrove dan panorama sunset.

Dalam kawasan ini juga terdapat habitat hewan langka, seperti lutung jawa, burung migran, dan lainnya. Terdapat juga tempat atau spot yang bagus untuk dijadikan tempat berfoto ria.

Disediakan juga area tempat makan seperti kafe-kafe atau warung makan lainnya di kawasan wisata tersebut.

2. Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk

Jalan papan setapak yang mengantarkan pengunjung berkeliling melihat Taman Wisata Alam Angke Kapuk.Kompas.com/Mentari Jalan papan setapak yang mengantarkan pengunjung berkeliling melihat Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Jakarta bukan hanya tentang kemacetan. Di wilayah Jakarta, juga terdapat tempat menyejukkan yang penuh dengan tanaman mangrove.

TWA Angke Kapuk merupakan salah satu kawasan konservasi alam yang berekosistem mangrove. Di tempat ini area TWA Angke Kapuk memiliki luas area 99,82 hektar.

Mengunjungi TWA Angke Kapuk akan merasakan sesuatu yang lain. Tak ada kemacetan atau asap yang menyesakkan dada.

Setelah melewati pintu gerbang, pengunjung disambut dengan pepohonan yang asri. Berjalan lebih jauh lagi, pengunjung sudah dapat melihat pepohonan khas TWA Angke Kapuk, yakni tanaman bakau.

Di dalam area itu tampak berdiri belasan camping ground. Lokasi ini memang disediakan oleh pengelola untu TWA Angke Kapuk untuk bermalam atau berkemah.

3. Hutan Mangrove Karimunjawa

Hutan Bakau KarimunjawaKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Hutan Bakau Karimunjawa

Karimunjawa tak hanya soal pantai-pantainya yang cantik dan bawah lautnya yang kaya. Di Karimunjawa, juga terdapat Hutan Mangrove yang bisa dijadikan pilihan kunjungan wisatawan untuk menikmati kesejukan alam.

Berada di Hutan Mangrove Karimunjawa pengunjung bisa melakukan trekking di atas jalur trek kayu sepanjang 1,3 km.

Nantinya, setelah berjalan sejauh sekitar 700 meter pengunjung bisa menemukan menara pandang tinggi yang bisa digunakan untuk melihat luasnya area mangrove Karimunjawa.

Dari ketinggian menara pandang ini wisatawan bisa melihat Pulau Cemara Besar, Pulau Cemara Kecil, juga Pulau Menyawakan.

4. Hutan Mangrove di Taman Maerokoco Semarang

Dermaga Cinta di kawasan Mangrove Grand MaerokocoTribun Jateng Dermaga Cinta di kawasan Mangrove Grand Maerokoco

Taman Maerokoco lebih dikenal sebagai taman mini daerah Jawa Tengah, karena terdapat berbagai rumah khas dari kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Di sini wisatawan juga dapat berkeliling menyusuri pohon-pohon bakau, bermain perahu bebek, dan bersantap di kafe sambil melihat matahari tenggelam.

5. Hutan Mangrove Ecomarine

Anak-anak yang mengunjungi Hutan Mangrove Ecomarine di Muara Karang, Jakarta UtaraKOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Anak-anak yang mengunjungi Hutan Mangrove Ecomarine di Muara Karang, Jakarta Utara

Hutan Mangrove Ecomarine terletak di Muara Angke, Jakarta Utara. Dulunya, area Hutan Mangrove ini merupakan tempat yang penuh dengan sampah baik dari darat maupun lautan.

Sampah-sampah tersebut kemudian dibersihkan, dan diganti dengan bibit-bibit mangrove. Bermula dari sekitar 200 bibit, kini ada cukup banyak mangrove yang bisa ditemui.

Tak hanya untuk menahan abrasi, mangrove di sini juga berfungsi sebagai tempat wisata. Berada di Hutan Mangrove Ecomarine pengunjung bisa menjajal olahan budidaya buah mangrove masyarakat sekitar, serta melihat kolam tempat budidaya ikan.

6. Hutan Mangrove Kulonprogo Yogyakarta

Panorama di Kawasan Wisata Mangrove, Kulon Progo, Yogyakarta berupa konstruksi jembatan dari bambu yang begitu menawan.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Panorama di Kawasan Wisata Mangrove, Kulon Progo, Yogyakarta berupa konstruksi jembatan dari bambu yang begitu menawan.

Di Yogyakarta tepatnya Kulonprogo juga memiliki hutan mangrove.

Kawasan wisata hutan mangrove ini memanjang dari timur ke barat, bersisian dengan sungai yang muaranya bersatu dengan Sungai Bogowonto di Pantai Congot.

Berada di Hutan Mangrove Kulonprogo, pengunjung bisa menikmati trekking di Jembatan bambu yang sudah dibangun oleh pihak pengelola sehingga wisatawan bisa berjalan di atasnya tanpa harus menyentuh air.

Di tempat ini juga tersedia beberapa tempat untuk berfoto-foto.

Beberapa bangunan bambu terdiri dari jembatan dan menara. Konstruksi jembatan dibuat begitu megah dengan menaranya yang menjulang tinggi sehingga sangat pas dijadikan latar berfoto.

Ada sekitar empat jembatan yang melintang di atas sungai. Semua jembatan itu unik sekaligus megah.

Hutan Mangrove ini lokasinya hanya 10 kilometer dari pusat kota Balikpapan, tepatnya di ujung kompleks perumahan Graha Indah, Balikpapan.

Meski letaknya tidak jauh dari pusat kota, pengunjung tetap dapat menyaksikan ratusan hektar hamparan bakau yang nan hijau yang terbelah oleh sungai-sungai.

Setelah menyusuri jembatan yang dibangun dari papan-papan ulin sepanjang 50-an meter, pengunjung tiba di dermaga kecil, tempat beberapa perahu fiber dan kayu bermesin tempel bersandar.

Nantinya pengunjung bisa menyusuri sungai dengan perahu tersebut dan menyaksikan bekantan yang merupakan penghuni asli lokasi ini.

Tanpa menyusuri sungai pun, datang ke Mangrove Center Balikpapan, pengunjung juga bisa bersantai di tepian sungai, duduk di gazebo ulin, atau naik ke gardu pandang setinggi 12 meter.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X