KILAS

Ini Keseruan Parade Kuda di Festival Sandalwood 2019

Kompas.com - 13/07/2019, 11:36 WIB
Parade Kuda Sandel digelar di Savannah Puru Kambera, Kanantang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/7/2019)Dok. Humas Kemenpar Parade Kuda Sandel digelar di Savannah Puru Kambera, Kanantang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/7/2019)

KOMPAS.com – Sebanyak 210 ekor kuda mengikuti Parade Kuda Sandel di Savannah Puru Kambera, Kanantang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/7/2019).

Masyarakat yang berpartisipasi dalam parade itu berasal dari Kecamatan Waingapu, Kambera, Pandawai, Kanatang, serta Haharu.

Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono mengatakan, ada beberapa tema yang ditampilkan dalam setiap aksi kuda sandel.

Selain tenun, Parade Kuda Sandel merupakan aksi yang ditunggu masyarakat.

“Sebab, Kuda Sandel jadi ikon Pulau Sumba. Posturnya pun khas dengan daya tahan luar biasa. Kuda tersebut sangat kuat. Parade Kuda Sandel memang menarik dengan beragam pernak-pernik yang menyertainya,” ujar Don Kardono dalam pernyataan tertulis, Sabtu (13/7/2019).

Baca juga: Siap-siap, Festival Sandalwood 2019 Segera Digelar

Parade dibuka dengan lagu khas Sumba, lalu pembacaan syair.

Hamparan bukit savana menjadi pemandangan yang menarik. Savana tersebut langsung berbatasan dengan Pantai Puru Kambera.

Suasana menjadi hiruk pikuk dengan kehadiran delegasi asal Kecamatan Pandawai. Mereka menampilkan tema Peristiwa Penguburan Raja.

Kecamatan Pandawai tampil lengkap dengan beragam piranti upacara. Mereka juga merekonstruksi prosesinya.

Parade Kuda Sandel digelar di Savannah Puru Kambera, Kanantang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/7/2019)Dok. Humas Kemenpar Parade Kuda Sandel digelar di Savannah Puru Kambera, Kanantang, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/7/2019)

Tampilan itu lengkap dengan simulasi pengorbanan berupa kuda dan hambanya.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, bila raja meninggal harus disertai dengan kuda dan seorang hamba.

Masyarakat setempat percaya, kuda dan hamba itu menjadi pendamping sang raja di alam baka.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X