Kompas.com - 15/07/2019, 10:59 WIB

KOMPAS.com - Festival Sandalwood 2019 berhasil menarik minat wisatawan dengan beragam keunikan yang dimiliki. Festival yang diselenggarakan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menawarkan Parade Kuda Sandel dan Expo Tenun Ikat Sumba sebagai daya tarik utama.

“Wisatawan sangat tertarik dengan konten-konten yang ditampilkan Festival Sandalwood, seperti expo tenun yang menampilkan seluruh motif di Sumba Timur," terang Kepala Dinas Pariwisata Sumba Timur Umbu Maramba Meha di Waingapu.

Menurut dia, kain tenun diminati karena memiliki motif eksotis serta proses pembuatannya masih tradisional. Corak tenun yang ditampilkan dalam expo di antaranya Kambera, Kanantang, Kaliuda, Rindi dan Umalulu.

Motif Kambera memiliki 18 corak dan Rindi 11 motif. Sementara itu, Umalulu memiliki 8 corak dan 3 motif yang masing-masing dimiliki Kaliuda juga Kanatang.

Baca jugaRibuan Tenun Sumba di Tangan Kolektor Asing

Karena sangat diminati wisatawan, tak heran pada festival yang ditutup, Jumat (12/7/2019) lalu itu, berhasil mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp250 juta hingga Rp300 juta dari 2 hari penyelenggaraan Expo.

Dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Senin (15/7/2019) dijelaskan, transaksi tertinggi diraih oleh kain tenun Kanantang yang dijual Rp 50 juta per lembar. Kain tenun berusia 50 tahun ini memiliki warna dasar biru dengan ukuran sekitar 1,5 x 3,5 meter.

Harga tenun ikat Sumba sendiri sangat beragam. Umumnya perlembar kain dibanderol mulai dari Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta. Namun, ada juga yang dijual dengan harga Rp 300.000.

Kontribusi bagi ekonomi

Tidak hanya tenun, secara keseluruhan Festival Sandalwood 2019 mampu berkontribusi optimal terhadap perekonomian masyarakat dan para pelaku bisnis di Sumba Timur.

Expo Tenun Ikat di Festival Sandawool 2019 yang diselenggarakan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/7/2019).Dok. Humas Kementerian Pariwisata Expo Tenun Ikat di Festival Sandawool 2019 yang diselenggarakan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/7/2019).
Menurut Staf Khusus Menteri Parariwisata (Menpar) Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, semua sektor di Sumba Timur menikmati dampak positif dari festival yang masuk dalam Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

"Artinya, mereka mendapatkan manfaat secara ekonomi melalui agenda tersebut. Pergerakannya tentu akan terus berlanjut. Event tersebut mampu mengangkat Sumba Timur dan Pulau Sumba,” ungkap Don Kordono, Minggu (14/7/2019).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

Travel Tips
Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Travel Tips
Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Travel Update
Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Travel Update
Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Travel Update
Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Travel Update
Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Jalan Jalan
Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.