Pascagempa Hari Ini, Bali Aman Dikunjungi...

Kompas.com - 16/07/2019, 20:08 WIB
Mencari ketenangan di tengah kesibukan sehari-hari, Pantai Balekambang di Srigonco, Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bisa menjadi pilihan tepat bagi pengunjung. Kawasan pantai seperti Tanah Lot, Bali, ini berjarak 60 kilometer dari Kota Malang dengan kondisi jalan mulus.KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIA Mencari ketenangan di tengah kesibukan sehari-hari, Pantai Balekambang di Srigonco, Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bisa menjadi pilihan tepat bagi pengunjung. Kawasan pantai seperti Tanah Lot, Bali, ini berjarak 60 kilometer dari Kota Malang dengan kondisi jalan mulus.

KOMPAS.com – Bali diguncang gempa hari ini Selasa (16/07/2019) pagi. Sebanyak 9 gempa susulan terjadi setelah gempa bumi magnitudo 6,0 yang kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,8.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa Kadispar Bali kepada KompasTravel saat dihubungi Selasa (16/07/2019) pukul 17.29 WIB menyebut, Bali aman dikunjungi.

“Bali aman dikunjungi, Mbak," ujarnya.

Putu juga menyebut sampai saat ini, Selasa (16/07/2019) pukul 17.29 WIB, tidak ada turis yang mengalami luka-luka akibat gempa yang terjadi.

Berdasarkan informasinya, gempa yang terjadi juga tidak mempengaruhi aktivitas pariwisata,

“Kejadian gempa dimaksud tidak menganggu aktivitas pariwisata demikian juga aktivitas bandara juga berjalan normal,” ujar Putu.

Ia juga menambahkan tidak terjadi kerusakan signifikan pada fasilitas publik. Saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan antisipasi apabila terjadi gempa susulan.

“Kami juga sudah kerjasama dengan crisis center stakeholder pariwisata dan Badan Penanggulangan bencana Daerah Provinsi Bali,” tuturnya.

Melansir Kompas.com (16/07/2019), Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan, gempa susulan terjadi dengan besaran magnitudo berbeda-beda.

Pusat gempa berlokasi di laut berjarak 80 kilometer arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, dengan kedalaman 104 kilometer.

Rahmat menjelaskan, gempa bumi terjadi karena adanya aktivitas subduksi Lempeng Indonesia-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

 

 

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X