Kompas.com - 17/07/2019, 20:00 WIB
Pemandangan Gunung Rinjani dari udara, Rabu (25/3/2015). KOMPAS/RIZA FATHONIPemandangan Gunung Rinjani dari udara, Rabu (25/3/2015).

KOMPAS.com –  Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Bart baru-baru ini menjadi pembicaraan warganet terkait munculnya fenomena topi awan atau awan lentikular di puncak gunungnya.

Gunung yang berlokasi di Lombok Nusa Tenggara Barat ini memang terkenal memiliki panorama alam yang memukau.

Namun, gunung dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memiliki sejumlah fakta yang mungkin belum banyak kamu tahu. Salah satunya seperti Gunung RInjani merupakan pusat tata ruang semesta, menurut salah satu pemangku adat di Desa Sembalun.

Berikut ini sejumlah fakta yang dirangkum dari catatan ekspedisi cincin api yang pernah dilakukan tim Kompas.id :

1. Gunung Rinjani memiliki Gunung Barujari yang pernah menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin

Gunung Samalas - Anak Gunung Barujari yang tumbuh di tengah kaldera Gunung Rinjani atau yang dikenal para ahli dengan nama Gunung Samalas. Pada akhir 2013, sejumlah ahli mengungkap letusan mahadahsyat Gunung Samalas pada tahun 1257 yang diduga menghancurkan sejumlah kerajaan di Bali dan Lombok. Letusan itu selain meninggalkan jejak berupa kaldera besar yang sekarang menjadi segara anakan juga meninggalkan bukti material erupsi yang ditemukan di kutub utara dan selatan.Kompas/Iwan Setiyawan (SET) Gunung Samalas - Anak Gunung Barujari yang tumbuh di tengah kaldera Gunung Rinjani atau yang dikenal para ahli dengan nama Gunung Samalas. Pada akhir 2013, sejumlah ahli mengungkap letusan mahadahsyat Gunung Samalas pada tahun 1257 yang diduga menghancurkan sejumlah kerajaan di Bali dan Lombok. Letusan itu selain meninggalkan jejak berupa kaldera besar yang sekarang menjadi segara anakan juga meninggalkan bukti material erupsi yang ditemukan di kutub utara dan selatan.
Melansir dari Kompas.id dalam agenda Jelajah Cincin Api, pernah diberitakan walaupun relatif jauh dari permukiman, Gunung Barujari yang tumbuh di dalam kaldera Gunung Rinjani juga menyimpan bahaya mematikan.

Bencana itu berupa banjir lahar yang mengancam desa-desa di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Rinjani ini.

Pada 8 Juni hingga 11 Agustus 1994, Gunung Barujari meletus hebat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Letusan ini disusul hujan lebat di puncak Gunung Rinjani pada bulan-bulan berikutnya, dan pada 3 November 1994, banjir lahar menyapu desa-desa di sepanjang Sungai Tanggik, Lombok Timur, yang berhulu di Gunung Rinjani.

Bencana itu menelan 31 korban jiwa dan tujuh lainnya menderita luka berat.

Kala itu, kesaksian warga sekitar menyebut, pohon kelapa tampak seperti berjalan dari arah hulu Sungai Tanggek,saat peristiwa terjadi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Jalan Jalan
Pengelola Wisata Mazola di Lamongan Beri Diskon Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Pengelola Wisata Mazola di Lamongan Beri Diskon Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Travel Promo
Rayakan Hari Kereta Api Nasional, Ini 3 Layanan Baru dari PT KAI

Rayakan Hari Kereta Api Nasional, Ini 3 Layanan Baru dari PT KAI

Travel Update
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
5 Aktivitas Seru di Saung Angklung Udjo, Bisa Belajar Membuat Angklung

5 Aktivitas Seru di Saung Angklung Udjo, Bisa Belajar Membuat Angklung

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palangka Raya, Ada Taman Sebangau

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palangka Raya, Ada Taman Sebangau

Itinerary
Penumpang Lepas Tuas Pintu Darurat Bikin Citilink Mendarat Darurat, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membukanya?

Penumpang Lepas Tuas Pintu Darurat Bikin Citilink Mendarat Darurat, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membukanya?

Travel Update
Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah

Mau Liburan Alam Jadi Berkesan? Jajal 4 Hal Menarik dari Desa Wisata Alamendah

Jalan Jalan
Jangan Lupa Mampir ke Kedai Kopi Mai Sai di Maumere, Harga Ramah Kantong

Jangan Lupa Mampir ke Kedai Kopi Mai Sai di Maumere, Harga Ramah Kantong

Jalan Jalan
Labuan Bajo Terus Berbenah untuk Sambut Event-event Internasional

Labuan Bajo Terus Berbenah untuk Sambut Event-event Internasional

Travel Update
3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Angkutan Pariwisata Gratis di Banyuwangi

3 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Angkutan Pariwisata Gratis di Banyuwangi

Jalan Jalan
Ayo Dolen nang Lamongan, Upaya Pulihkan Sektor Pariwisata di Kabupaten Lamongan

Ayo Dolen nang Lamongan, Upaya Pulihkan Sektor Pariwisata di Kabupaten Lamongan

Jalan Jalan
Rute dan Syarat Naik Angkutan Wisata Gratis di Banyuwangi

Rute dan Syarat Naik Angkutan Wisata Gratis di Banyuwangi

Travel Update
Jalan-jalan di Banyuwangi Kini Bisa Pakai Angkutan Gratis

Jalan-jalan di Banyuwangi Kini Bisa Pakai Angkutan Gratis

Travel Update
6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Mataram, Ada Kendi Maling

6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Mataram, Ada Kendi Maling

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.