Kompas.com - 17/07/2019, 20:00 WIB
Awan menyelimuti puncak Gunung Rinjani (3726 m) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Puncak ini merupakan bagian dari Gunung Samalas yang meletus hingga melumpuhkan dunia pada tahun 1257. Superletusan mengakibatkan terbentuknya kaldera dan Danau Segara Anak. KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYATAwan menyelimuti puncak Gunung Rinjani (3726 m) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Puncak ini merupakan bagian dari Gunung Samalas yang meletus hingga melumpuhkan dunia pada tahun 1257. Superletusan mengakibatkan terbentuknya kaldera dan Danau Segara Anak.

2. Gunung Rinjani pusat semesta tata ruang

Di dalam kosmologi masyarakat setempat, Gunung Rinjani merupakan pusat dari semesta tata ruang.

Purnipah salah seorang pemangku adat di Desa Sembalun Bumbung, kepada Kompas.id mengatakan ”Rinjani adalah pelindung Pulau Lombok, dan Segara Anak adalah bong (penyimpan air) dunia Lombok."

Bagi warga Sembalun ataupun Senaru, Gunung Rinjani dipercaya dikendalikan oleh ratu jin yang bernama Dewi Anjani.

Selama tata cara adat dipenuhi, Dewi Anjani akan melindungi. 

3. Memiliki beberapa larangan yang berkaitan dengan kearifan lokal

Kawasan Sembalun, Lombok Timur, yang dikelilingi beberapa bukit menawarkan potensi wisata alam berupa soft trekking ke beberapa bukit, di antaranya Bukit Pergasingan, Jumat (20/3). Panorama Gunung Rinjani, hamparan areal pertanian berupa petak sawah dan kebun berwarna-warni, serta pemandangan sunset dan sunrise menjadi menu visual dalam wisata trekking bukit tersebut. KOMPAS/RIZA FATHONI Kawasan Sembalun, Lombok Timur, yang dikelilingi beberapa bukit menawarkan potensi wisata alam berupa soft trekking ke beberapa bukit, di antaranya Bukit Pergasingan, Jumat (20/3). Panorama Gunung Rinjani, hamparan areal pertanian berupa petak sawah dan kebun berwarna-warni, serta pemandangan sunset dan sunrise menjadi menu visual dalam wisata trekking bukit tersebut.
Ada beberapa aturan yang sebaiknya tidak dilakukan para pendaki terkait kearifan lokal yang dipercaya.

Yakni, pendaki juga sebaiknya menghindari menyebut beberapa nama hewan yang tidak hidup di gunung, seperti dedupak (kerbau), cecakar (ayam), dan jojak lendang (kambing).

Gunung Rinjani dipandang sebagai tempat keramat, tempat segala makhluk halus berdiam. Para jin, seperti halnya manusia, uga melakukan kegiatan ekonomi, seperti berladang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Warga sekitar Gunung Rinjani masih memiliki beberapa tradisi

Para porter tim Ekspedisi Cincin Api Kompas bersiap menuruni lereng Gunng Rinjanidi jalur Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/10/2011).KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Para porter tim Ekspedisi Cincin Api Kompas bersiap menuruni lereng Gunng Rinjanidi jalur Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/10/2011).
Terdapat beberapa tradisi yang masih kerap dilaksanakan yakni upacara Roah Asuhan Gunung.

Tradisi ini dilakukan Kampung Adat Senaru pada akhir musim kemarau sebagai permohonan agar gunung dan kehidupan di bawahnya kembali hidup.

Selain itu di Kampung Adat Sembalun Bumbung, Lombok Timur, tiap tiga tahun sekali juga terdapat upacara Ngayu-ayu (rahayu, selamat), yang merupakan ajakan untuk melestarikan alam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X