Nikmati Konser dengan Suasana Berbeda di Jazz Gunung Bromo 2019

Kompas.com - 24/07/2019, 09:22 WIB
Pemandangan Sunrise di Gunung Bromo Dok. Humas Kementerian PariwisataPemandangan Sunrise di Gunung Bromo


KOMPAS.com
- Ingin menikmati pertunjukan konser jazz bertaraf internasional dengan suasana yang berbeda? Jika iya, maka Jazz Gunung Bromo 2019 bisa jadi jawabannya.

Pasalnya event yang akan digelar pada 26-27 Juli 2019 berlangsung diketinggian 2000 mdpl. Oleh karena itu, selain menikmati alunan musik jazz pengunjung pun akan merasakan udara dingin berlatarkan pegunungan dan berdinding cemara serasa seperti berada di Eropa. 

Penggagas event ini, Sigit Pramono mengatakan pelaksanaan Jazz Gunung Bromo tersebut juga bertujuan mengajak masyarakat untuk kembali datang ke Bromo.

“Banyak alasan untuk datang ke Bromo. Pertama menikmati musik jazz. Kedua melihat sunrise. Jika datang ke Jazz Gunung Bromo, maka akan mendapatkan bonus bisa menyaksikan keindahan Bromo di pagi hari," kata Sigit Pramono di Probolinggo seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/7/2019).

Baca jugaPasca-erupsi, Ini Imbauan untuk Wisatawan Gunung Bromo

Tidak hanya itu, para penonton akan ditemani gemerlap bintang ketika malam tiba. Ini tentu akan menjadi pengalaman yang tidak akan di temui di manapun.

"Bayangkan atmosfer yang tercipta dari pagelaran ini. Kapan lagi bisa nonton pagelaran Jazz bertaraf internasional di ketinggian dengan deretan artis-artis ternama. Asik, seru itu sudah pasti," kata Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Wawan Gunawan, Selasa (23/7/2019).

Adapun barisan musisi yang akan tampil di acara tersebut yakni, Idang Rasjidi feat Mus Mujiono, Tompi, Sierra Soetedjo, Candra Darusman Project, Gugun Blues Shelter, hingga Yuri Mahatma Quartet.

Ada juga Ring of Fire Project Djaduk Ferianto bersama Didi Kempot, Debu, Voyager (Perancis), Titan (Belanda), Nita Aartsen Kwartet featuring Rene Calvin, Antonio Marcos, serta Pablo Calzado.

Baca jugaYadnya Kasada Promosikan Pariwisata Gunung Bromo

Menurut Wawan, pagelaran yang sudah dipersiapkan selama hampir enam bulan ini, memang dihadirkan untuk semakin mengangkat pariwisata di Gunung Bromo. 

Sementara itu, Bupati Probolinggo Tantriana Sari sangat yakin jika Jazz Gunung Bromo 2019 akan kembali memanjakan wisatawan yang datang.

Pasalnya, secara konsep, Jazz Gunung Bromo 2019 sudah tidak diragukan. Terlebih lagi, konser musik ini merupakan menjadi salah satu pelopor pagelaran musik di alam terbuka di Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X