Wisata ke Bali saat Galungan dan Kuningan, Jangan Lupakan 4 Hal Berikut

Kompas.com - 24/07/2019, 20:05 WIB
Sejumlah umat Hindu melaksanakan upacara dalam perayaan Hari Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (1/11/2017). Perayaan Galungan digelar untuk memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan) bagi umat Hindu, sekaligus rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa atas ciptaan alam semesta beserta isinya. AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKASejumlah umat Hindu melaksanakan upacara dalam perayaan Hari Galungan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (1/11/2017). Perayaan Galungan digelar untuk memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan) bagi umat Hindu, sekaligus rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa atas ciptaan alam semesta beserta isinya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Galungan merupakan salah satu hari perayaan terbesar umat Hindu Bali. Galungan merupakan perayaan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).

Sepuluh hari dari Galungan, perayaan akan ditutup dengan Kuningan. Saat Galungan dan Kuningan inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Tidak cuma tata ibadah Hindu Bali yang khusyuk, di peolosok desa akan berhias penjor yakni bambu dengan hiasan janur yang beraneka ragam.

Baca juga: Menikmati Pulau Tabuhan, Keindahan Alam di Selat Bali

Canang dan sesajen untuk upacara ibadah juga lebih berwarna dan beragam isinya saaat KUningan dan Galungan.

Jika tertarik untuk iktu serta atau menonton upacara Galungan dan Kuningan, pastikan selalu ingat empat hal berikut ini:

1. Jaga sopan santun

Saat Galungan dan Kuningan, para umat Hindu berbondong-bondong menyambangi pura terdekat. Kamu boleh saja memotretnya, namun perhatikan terlebih dahulu aturan pada setiap pura yang didatangi.

Biasanya kamu hanya boleh masuk sampai area pelataran pura. Jika dipersilakan masuk, lepaslah alas kaki. Untuk perempuan, pantang hukumnya masuk dalam pura saat sedang haid. Jangan memotret orang langsung di depannya, terutama jika dia sedang beribadah.

2. Gunakan pakaian sopan

Layaknya masjid dan gereja, pura juga merupakan tempat beribadah. Tak layak bila kamu masuk dengan berpakaian minim.

Itulah mengapa pihak pura biasa menyediakan kain khusus untuk menutupi bagian bawah. Sebaiknya gunakanlah celana atau rok di bawah lutut, dengan atasan yang tidak terlalu terbuka.

Lomba Gebogan di Jalan Kartika Plaza Kuta, Badung, Bali, Jumat (5/2/2016), dalam menyambut Hari Raya Galungan.KOMPAS.COM/SRI LESTARI Lomba Gebogan di Jalan Kartika Plaza Kuta, Badung, Bali, Jumat (5/2/2016), dalam menyambut Hari Raya Galungan.

3. Tersenyum dan minta izin

Sebetulnya, tak etis memotret seseorang yang sedang beribadah. Namun tak apa bila kamu memotret dengan sopan.

Cobalah tersenyum dan meminta izin kepada orang tersebut sebelum memotret. Ucapkan terima kasih, atau dengan gestur tangan disatukan di depan dada, usai dibolehkan memotret.

Lensa jarak jauh/tele akan sangat membantu jika ingin mengabadikan momen Galungan dan Kuningan.

4. Jangan mengambil atau menyentuh sesajen

Sesajen dalam upacara peribatadan umat Hindu ditujukan bagi Sang Hyang Widhi Wasa atas ungkapan kemakmuran dan kesejahteraan. Jadi jangan mengambil atau memainkan sesajen. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X