Berencana Mendaki Gunung? Ketahui Ini Biar Tak Salah Mengerti tentang Hipotermia

Kompas.com - 24/07/2019, 21:07 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

2. Lakukan Pertolongan

Beberapa tahapan pertolongan hipotermia di antaranya adalah dengan membawa korban ke tempat yang lebih hangat dan terhindar dari paparan udara dingin.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh dokter Instalasi Gawat Darurat RSCM dr. Hadiki Habib, SpPD,

Hipotermia saat pendakian diatasi dengan segera mengevakuasi korban ke lokasi yang lebih hangat (dibawa turun), meletakkan korban di tempat tertutup yang terhindar dari angin dan hujan," tuturnya.

Pertolongan selanjutnya adalah dengan membuat korban tersadar jika pingsan, mengganti pakaiannya dengan pakaian kering, masuk sleeping bag atau selimut thermal, serta diberi asupan makanan minuman hangat saat korban sadar dan kondisi sudah stabil.

4. Lakukan Beberapa Hal Untuk Mencegah

Adi Seno memberikan beberapa saran supaya terhindar dari hipotermia saat mendaki gunung:

  • Menghindari cuaca ekstrim dengan berlindung dalam tenda atau bivak
  • mengenakan pakaian dan perlengkapan yang sesuai
  • meninggalkan catatan rencana perjalanan pada yg bertanggung jawab (jika ada perubahan cuaca pihak luar -misalnya ranger- bisa mengirimkan bantuan);
  • Memperhatikan asupan kalori, kalori yang cukup 2000-4000 kalori.
  • Menghitung kemampuan orientasi dan daya tahan tubuh.
  • Jika badai di ketinggian (lebih dr 5.000m) dimana angin bisa 100km/jam, pilihannya hanya berlindung hingga reda.

5. Berusaha untuk Terus Bergerak

Adi juga menyarankan untuk terus bergerak ketika tahu tujuan dan yakin di tujuan nantinya ada perlindungan.

Bergerak menghasilkan panas. Dan sebaiknya menggunakan pakaian yang memadai karena panas akan tersimpan dalam pakaian pelindung yang memadai seperti jaket sarung tangan dan sebagainya.

Memang saat bergerak cadangan enerji tersalur/depleated tapi bisa ditambah dengan memakan camilan. Bergerak akan mempercepat ke tempat terlindung hingga berkurang waktu terekspos cuaca.

4. Skin to Skin, Bukan Disetubuhi

Yang seharusnya dipahami oleh siapapun yang akan mendaki gunung bahwa skin to skin sebagai upaya pertolongan saat hipotermia berbeda dengan bersetubuh.

Skin to skin juga merupakan cara terakhir yang dipilih jika hipotermia sudah parah. Itupun dilakukan dengan cara masuk ke dalam sleeping bag, dan berpelukan.

“Cukup berpelukan dalam kantung tidur/selimut agar panas tubuh penyelamat berpindah ke penyitas/penderita," tutur Adi.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X