Benarkah Bayi Tak Akan Ingat ketika Diajak Traveling?

Kompas.com - 26/07/2019, 09:28 WIB
Ilustrasi bayi tidur javi_indyIlustrasi bayi tidur

KOMPAS.com – Banyak yang menganggap, traveling dengan bayi tidak akan memberikan pengaruh apa-apa pada hidupnya kelak.

Bayi dianggap belum memiliki kemampuan mengingat pada saat itu. Sehingga mengajak anak traveling saat bayi, banyak dipandang sebagai sesuatu yang sia-sia.

KompasTravel mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi, psikolog anak dan keluarga.

Baca juga: Mama Papa Muda, Catat 10 Tips Lengkap Bawa Bayi di Pesawat

Anna menceritakan, bahwa mengajak anak dikala mereka masih berusia balita, maka memang sangat memungkinkan apabila mereka sama sekali tidak mengingat tentang perjalanan yang telah dilalui.

“Kalau menurut berbagai penelitian dan beberapa ahli, anak baru mulai mengingat pengalamannya di atas usia 4 tahun. Jadi memang sangat mungkin ia lupa,” tuturnya.

Namun Anna menyebut, bahwa segalanya tidak ada yang percuma termasuk membawa bayi traveling.

Anna menyebutkan tentang beberapa manfaat yang bisa didapat ketika mengajak bayi traveling, diantaranya adalah menciptakan hubungan yang mesra antara bayi dengan orang tuanya.

“Traveling dengan bayi membuat bayi terus berada bersama ortunya, dan ini membuat ia lebih nyaman. Hubungan mesra bisa tercipta, dan ini adalah fondasi bagi tumbuh kembang yang optimal.”

Anna juga menekankan bahwa yang paling penting bukan kemana tujuan orang tua dan bayi berlibur, namun kenyamanan bayi dengan orang tuanya lah yang penting.

“Yang paling penting buat bayi adalah nyaman dengan ortunya. Bukan masalah sedang ada di mana, mau ngapain ortunya, dan sebagainya,” katanya.

Lebih lanjut, Anna juga memberikan contoh manfaat lain mengajak bayi traveling, diantaranya adalah saat ia telah dewasa, foto-foto perjalanannya bisa ditunjukkan kembali.

“Foto-foto itu bisa ditunjukkan kepadanya ketika ia sudah besar nanti, sambil menyampaikan bahwa ia pernah ke tempat tersebut,” katanya.

Selain itu, Anna berpendapat pula bahwa traveling mampu membuat orang tua nyaman dan bahagia. Kebahagiaan tersebut juga bisa tertular kepada sang anak.

“Efek yang rada langsung sih semacam kebanggaan karena ia pernah mengunjungi berbagai tempat. Itupun kalau kepadanya ditunjukkan dan diceritakan foto-foto perjalanannya. Namun ada juga efek-efek lainnya seperti punya kedekatan dengan ortu, wawasan lebih luas, cenderung lebih fleksibel (karena kan di tiap tempat ada perbedaan), biasanya jadi menguasai lebih dari 1 bahasa, dan sebagainya,” kata Anna.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X