Menyusuri Keindahan Goa Lalay dengan Body Rafting

Kompas.com - 27/07/2019, 08:27 WIB
wisatawan asyik bermain body rafting di arus air yang berasal dari dalam gua. Candra Nugrahawisatawan asyik bermain body rafting di arus air yang berasal dari dalam gua.

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan sejumlah pantainya yang indah. Di sini banyak pula destinasi wisata goa dengan pemandangan tak kalah indah.

Salah satunya Goa Cilalay yang berada di Dusun Karanganyar, Kecamatan Cigugur.

Goa Cilalay bisa ditempuh kurang dari satu jam dari ibu kota kabupaten, Parigi. Rutenya Parigi, Cigugur kemudian menuju Desa Ciwangkal.

Dari Ciwangkal belok kanan ke arah Goa Cilalay. Dari Ciwangkal ke Cilalay sekitar 3 kilometer dengan melewati jalan aspal, jalan cor, dan sebagian jalan batu kapur.

"Ini destinasi wisata baru di desa kami," kata Jenjen, Ketua Karang Taruna Desa Cigugur saat ditemui di Goa Cilalay, Kamis sore (25/7/2019).

Goa Lalay, salah satu destinasi wisata baru di Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHA Goa Lalay, salah satu destinasi wisata baru di Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan di goa ini, yakni body rafting. Wisatawan bisa menelusuri ke dalam goa sepanjang 500 meter dengan body rafting.

"Ada dua goa yang bisa disusuri sembari body rafting. Goa Cilalay sepanjang 500 meter. Dan Goa Parat sepanjang 200 meter," jelasnya.

Saat susur goa, wisatawan disuguhi dengan indahnya stalaktit yang berdiri kokoh di atas goa.

Tak hanya itu, pengelola membendung aliran sungai yang berasal dari dalam goa. Air yang membendung membentuk semacam telaga dengan air yang sangat jernih.

Saking jernihnya, ikan-ikan kecil di telaga dapat terlihat dari atas permukaan air.

Usai lelah bermain air, wisatawan membakar ikan di area Goa Lalay, Pangandaran, Jawa Barat.KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHA Usai lelah bermain air, wisatawan membakar ikan di area Goa Lalay, Pangandaran, Jawa Barat.
Goa Cilalay baru dibuka untuk umum pada 6 Juni 2019. Tempat wisata ini dikelola oleh karang taruna bekerja sama dengan Perhutani. "Destinasi ini sedang berbenah untuk menyambut kedatangan wisatawan," kata Jenjen.

Awalnya, hanya warga lokal yang menikmati keindahan Goa Cilalay. Setelah dibuka untuk umum, banyak wisatawan dari luar yang mulai berdatangan ke sini. "Sudah ada turis asing juga. Lihat-lihat, masuk ke goa," kata Jenjen.

Karena baru dibuka, pengelola belum menetapkan tarif masuk ke destinasi wisata ini. Wisatawan hanya dikenakan tarif sewa pelampung seharga Rp 10.000.

"Pemandu wisata juga belum dikenakan tarif, masih sifatnya berapa saja (sukarela)," ujarnya.

Fasilitas yang sudah ada di sini mulai kamar ganti, toilet dan parkiran kendaraan. Sejumlah warung milik warga juga sudah tersedia.

Air jernih membuat wisatawan betah lama-lama berada di air.KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHA Air jernih membuat wisatawan betah lama-lama berada di air.
Camat Cigugur, Erik Krisna Yudha mengatakan, Goa Lalay masuk dalam kawasan karst yang berada di lahan pengelolaan Perhutani. Pihak Perhutani sudah menjalin MoU dengan warga yang diwadahi karang taruna.

"Wisatawan sudah mulai banyak yang datang. Mereka bisa body rafting, eksplorasi ke dalam goa. Dan makan bersama di kawasan Goa Cilalay," jelas Erik.

Dia mengakui akses jalan ke sana masih ada sebagian yang merupakan jalan bebatuan kapur. Namun pihaknya sudah mengarahkan pemerintah desa untuk mengalokasikan dana infrastruktur untuk jalan akses menuju Goa Lalay. "Dalam waktu dekat diperbaiki," katanya.

Promosi Lewat Media Sosial

Pengelola obyek wisata Goa Lalay terus memperkenalkan destinasi wisata baru ini ke sejumlah pihak. Salah satunya dengan men-share foto-foto Goa Lalay di media sosial.

Goa Lalay menjadi destinasi baru di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHA Goa Lalay menjadi destinasi baru di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
"Promosi lewat medsos dan website Desa Cigugur," kata Ketua Karang Taruna Desa Cigugur, Jenjen.

Hal ini rupanya sangat ampuh mendatangkan wisatawan. Perlahan tapi pasti, sejumlah wisatawan mulai datang untuk menikmati keindahan Goa Lalay.

"Saya tahu dari Facebook. Ternyata memang indah. Ini Surga tersembunyi di Cigugur Pangandaran," kata Ade Suhendra, salah seorang wisatawan lokal saat ditemui di Goa Lalay.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Travel Tips
Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Travel Tips
Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Jalan Jalan
Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Promo Diskon
Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Whats Hot
Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Whats Hot
Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Jalan Jalan
Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Travel Tips
Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Whats Hot
Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Whats Hot
Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Travel Tips
Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Whats Hot
PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

Whats Hot
PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X