Dari Jauh Kelihatan Manado Tua dan Ribuan Turis

Kompas.com - 30/07/2019, 15:29 WIB
Keindahan Taman Laut Bunaken di Manado, Sulawesi Utara. ShutterstockKeindahan Taman Laut Bunaken di Manado, Sulawesi Utara.

Seorang wartawan koran di Manado tidak kalah ikut berteriak,”Makanya jangan hanya ke Bali, di sini pantainya lebih indah.”

Wartawan lainnya, juga dari, Jakarta lebih keras berteriak dan bertanya, “Lalu kenapa turisme di sini jauh tertinggal dari Bali, Wakatobi, Yogyakarta, Bandung dan bahkan Kepulauan Seribu di Jakarta .“

Saat itu jawabannya sulit diberikan karena angin di pantai sangat kencang.

Salah satu jawabannya mungkin bisa kita ketemukan dalam acara kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dalam acara pemberian kepada beberapa orang sebagai warga kehormatan Sulut di Manado, pada Jumat 23 September 2016.

Penerima gelar warga kehormatan itu adalah Puan Maharani, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rusdi Kirana, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy dan Joseph Osdar (wartawan).

Dalam sambutannya, Puan Maharani secara spontan mengatakan, dalam kunungannya ke Tiongkok beberapa bulan sebelumnya ia juga ikut mengimbau Pemerintah Tiongkok mendorong masyarakatnya datang ke Manado sebagai wisatawan.

“Kini banyak turis yang datang ke Sulut, tapi untuk mengukur kemajuan bidang wisata perlu dilihat berapa lama para turis itu tinggal di sini dan berapa uang yang dibelanjakan. Jangan hanya sebentar lalu pulang atau pergi ke tempat lain. Juga harus dilihat bagaimana keadaan penyediaan fasilitas jamban atau WC di sini,” ujar Puan saat itu.

Setelah acara itu Puan dan rombongan, diantaranya Ny Isma Yatun (waktu itu anggota DPR dan sekarang adalah salah satu pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan), mendatangi Pulau Bunaken, setelah gagal berlabuh di Pulau Gunung Manado Tua.

Gagal berlabuh di dermaga Manado Tua, karena air laut di pantai itu sedang surut. Ketika itu saya tunjukan bunga yang berwarna warni di atas sebuah bukit di Bunaken.

“Yuuk kita ke sana,”kata saya. Puan dan Isma Yatun secara serempak seperti koor menjawab, “Ada nggak WC di sana,”.

Dalam kata-kata pengantar pada rapat terbatas mengenai destinasi destinasi pariwisata prioritas di Kantor Kekresidenan di Komplkes Istana Jakarta, Senin, 15 Juli 2019 lalu, Presiden Joko Widodo mengingatkan soal masalah toilet atau WC ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X