Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/07/2019, 17:09 WIB

KOMPAS.com – Sampah merupakan masalah yang menjadi semakin mengkhawatirkan seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan menurut berita Kompas.com, Rabu (31/07/2019), TPST Bantar Gebang diperkirakan tidak akan bisa lagi menampung sampah pada 2021.

Berita itu hanya satu kasus dari semakin parahnya masalah sampah, terutama sampah plastik. Tentu masih segar dalam ingatan saat seekor paus mati di Wakatobi yang di dalam perutnya terdapat sampah plastik seberat 5,9 kilogram seperti diwartakan Kompas.com (20/11/2018).

Baca juga: 5 Tips Wisata Hemat di Akhir Pekan

Tentu harus ada upaya besar untuk mengurangi sampah plastik. Namun upaya besar juga tidak akan berhasil tanpa upaya sederhana yang bisa kita lakukan sehari-hari. Upaya mengurangi sampah pun bisa dilakukan saat liburan.

Berikut ini adalah 4 tips sederhana untuk kurangi sampah plastik saat liburan:

1. Bawa bekal air minum sendiri

Saat ini sampah plastik yang cukup sering dijumpai adalah botol plastik air mineral. Memang air mineral dengan kemasan botol plastik sangatlah praktis dan banyak tersedia di warung-warung sekitar obyek wisata.

Namun saat sudah habis, botol plastik bekas ini akan menjadi sampah. Itu karena botol plastik bekas juga kurang sehat jika diisi ulang, terlebih dengan air panas. Kebanyakan orang akan membuang botol plastik usai selesai minum.

Membawa botol minuman sendiri bisa menjadi salah satu cara mengurangi sampah plastik.Dok Thermos Membawa botol minuman sendiri bisa menjadi salah satu cara mengurangi sampah plastik.

Parahnya lagi, saat ini masih sedikit kesadaran masyarakat, termasuk wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga botol plastik semakin mencemari lingkungan.

Oleh karena itu, salah satu cara sederhana untuk meminimalkan sampah plastik adalah membawa minuman sendiri. Gunakan pula botol minum yang bisa dipakai berulang sehingga bisa diisi ulang saat airnya habis.

2. Bawa bekal makanan sendiri

Selain kemasan botol plastik bekas, kemasan plastik juga menjadi sampah yang kerap dijumpai. Tentu setelah menghabiskan makanan, maka kemasan akan dibuang dan menjadi sampah.

Hidangan dengan wadah kotak makan si TOT.AW cafe.Kompas.com/Silvita Agmasari Hidangan dengan wadah kotak makan si TOT.AW cafe.

Kembali lagi, kesadaran masyarakat dan wisatawan yang rendah untuk membuang sampah pada tempatnya juga semakin membuat pencemaran lingkungan karena sampah plastik semakin parah.

Hal itu bisa dikurangi dengan membawa bekal makanan sendiri. Selain meminimalkan sampah plastik, bekal makanan juga akan mengurangi hasrat ingin jajan ketika lapar sehinga membuat liburan menjadi lebih hemat.

3. Tak usah pakai kantong plastik saat berbelanja

Berhenti di minimarket untuk membeli makanan, minuman, atau barang kebutuhan lain merupakan suatu hal yang lazim dilakukan saat berlibur. Meski sudah membawa bekal sendiri, aktivitas ini kerap tidak terhindarkan.

Tas belanja ini memang mampu menekan penggunaan tas plastik. Namun, jika terus membelinya ketika berbelanja di pasar swalayan, Anda akan memiliki begitu banyak tas dan kehilangan banyak uang. www.houzz.com Tas belanja ini memang mampu menekan penggunaan tas plastik. Namun, jika terus membelinya ketika berbelanja di pasar swalayan, Anda akan memiliki begitu banyak tas dan kehilangan banyak uang.

Untuk meminimalisir sampah plastik, bukan berarti tidak boleh membeli barang di minimarket saat liburan. Ada satu cara simpel untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, yakni tidak memakai kantong plastik.

Barang-barang belanjaan bisa dimasukkan ke dalam tas usai membayar di kasir. Saat petugas kasir akan memasukkan barang-barang ke dalam plastik, cukup bilang jika tidak pakai kantong plastik. Barang bisa dimasukkan dalam tas yang dibawa sendiri dari rumah.

4. Buang sampah pada tempatnya dan sesuai kategori sampah

Saking eratnya plastik dengan kehidupan sehari-hari, sampah plastik seolah hampir pasti dihasilkan oleh seseorang setiap harinya. Memang penggunaan kemasan plastik sudah dikurangi, kemungkinan seseorang masih menghasilkan sampah plastik, meski sedikit.

Ilustrasi tong sampah.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tong sampah.

Hal itu juga berlaku bagi wisatawan. Tentu ada beberapa barang kebutuhan dengan kemasan plastik yang tidak terhindarkan untuk dibeli atau dibawa ketika berlibur. Jika demikian, maka tindakan terbaik adalah membuang sampah plastik pada tempatnya.

Baca juga: Dieng Culture Festival 2019, 4 Tips bagi Kamu yang Berencana Datang

Membuang sampah pun tidak cukup di tempat sampah karena harus disesuaikan dengan kategorinya. Sampah plastik tentu harus dibuang di tempat sampah khusus plastik sehingga bisa didaur ulang oleh pihak terkait dan tidak mencemari lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+