Gunung Kerinci Erupsi, Penerbangan Garuda Indonesia Tak Terdampak

Kompas.com - 31/07/2019, 19:13 WIB
Perkebunan teh Kayu Aro, Jambi, di kaki Gunung Kerinci. KOMPAS/CHRIS PUDJIASTUTI Perkebunan teh Kayu Aro, Jambi, di kaki Gunung Kerinci.

KOMPAS.com - Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi pada Rabu (31/7/2019) pukul 12.48 WIB. Gunung ini terletak di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau semua maskapai untuk tidak melintasi jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci. Iksan Rosan selaku VP Corcomm Garuda Indonesia mengatakan rute dan operasional maskapai tersebut tidak terdampak.

“Untuk rute-rute Garuda Indonesia tidak terdampak,” ujarnya kepada KompasTravel.

Beberapa rute yang disebut Iksan adalah rute-rute untuk penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Thaha di Jambi. Yakni rute Cengkareng-Jambi, Cengkareng-Batam, Palembang-Jambi, serta Batam-Jambi.

Senada dengan yang disampaikan pihak Garuda, melalui siaran pers yang diterima KompasTravel, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan  memastikan penerbangan dari dan ke Jambi masih beoperasi normal dan tidak terkendala dengan terjadinya erupsi Gunung Kerinci.

Baca juga: Pasca-erupsi, Aktivitas Gunung Kerinci Kembali Normal

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengimbau kepada semua stakeholder terkait untuk terus melakukan koordinasi dan memantau aktivitas erupasi Gunung Kerinci.

“Demi keselamatan penerbangan, kami akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh stakeholder penerbangan untuk memantau kondisi terbaru dari aktivitas Gunung Kerinci, sehingga kendala yang ditemukan dapat diselesaikan sedini mungkin tanpa mengurangi tingkat keselamatan yang berlaku,” jelas Polana.

Baca juga: Potensi Terdampak Letusan Abu, Penerbangan Diminta Hindari Jalur Gunung Kerinci

Sementara itu, pihak AirNav Indonesia menyampaikan status Gunung Kerinci masih berada pada status aman/Orange Alert dan tidak ada pengalihan rute penerbangan serta pengalihan rute alternatif, namun level jelajah masih cukup tinggi.

Erupsi yang terjadi pada Gunung Kerinci mengakibatkan masyarakat dan wisatawan serta pengunjung yang berada di sekitar Gunung Kerinci dilarang mendaki kawah yang ada di puncak Gunung Kerinci dengan radius 3 kilometer.

Erupsi yang terjadi pada Gunung Kerinci dilaporkan memiliki tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak (4.605 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut dan timur.

Gunung Kerinci sendiri merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera. Gunung ini juga merupakan gunung yang dikelilingi hutan Taman Nasional Kerinci Seblat dan juga merupakan bagian dari pegunungan Bukit Barisan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X