Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Perbedaan Kopitiam dengan Kedai Kopi Kekinian

Kompas.com - 02/08/2019, 19:09 WIB
Silvita Agmasari,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedai kopi modern dapat dengan mudah ditemui di sudut Jakarta. Minum kopi kini bukan hanya sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan dengan banyaknya jumlah kedai kopi modern.

Sebelum kedai kopi modern, tren minum kopi juga dimeriahkan dengan kehadiran berbagai kopitiam di Jakarta.

Meskipun sama sama kedai kopi, ada yang membeda antara keduanya. Berikut lima perbedaannya.

1. Alat pembuat kopi

Owner Ya Kun Kaya Toast Indonesia, Lanny Budiman ditemui di acara peluncuran varian makanan dan minuman bari di Ya Kun Kaya Toast Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (1/8/2019) menyebutkan hal yang paling membedakan kopitiam dengan kedai kopi modern adalah alat pembuat kopi.

Kedai kopi modern mengandalkan mesin pembuat kopi modern, sedangkan kopi tiam mengandalkan alat tradisional yakni teko berukuran besar dengan leher panjang.

Teko ini dilengkapi saringan tradisional untuk menyaring ampas kopi.

2. Jenis kopi

Setiap kedai kopi punya kopi ciri khas tersendiri. Menariknya jika di kopitiam ada standar menu yang sama hampir di semua kopitiam.

Kopi o berarti kopi hitam yang sudah ditambahkan gula, kopi o kosong berarti kopi hitam polos tanpa tambahan apa pun, kopi peng berarti es kopi dengan gula.

Untuk kopi coffee berarti kopi dengan susu dan sedikit gula, kopi c berarti kopi dengan campuran susu kental manis dan gula, yuan yang berarti kopi yang dicampur teh.

Di kedai kopi modern menunya lebih beragam dengan penamaan sesuai kreativitas dari masing-masing pengelola kedai kopi.

3. Kopi dengan susu yang berbeda

Baik kedai kopi modern maupun kopitiam terkenal dengan kopi susu. Namun yang paling membedakan adalah jenis susu yang digunakan.

Kedai kopi modern menggunakan susu jenis UHT sedangkan kopitiam menggunakan susu evaporasi. Perbedaan dua susu tersebut ada di kekentalan dan rasa manis yang dihasilkan.

Sepiring roti panggang bersisipkan butter dan segelas kopi butter dari kopitiam Heap Seng Leong.Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Sepiring roti panggang bersisipkan butter dan segelas kopi butter dari kopitiam Heap Seng Leong.

4. Makanan pendamping

Hal yang paling unik dari kopitiam adalah makanan pendamping yang dijual. Biasanya selalu ada telur setengah matang dan roti panggang atau bakar dengan selai butter atau srikaya. Tak sedikit pula kopitiam yang menjual nasi lemak atau kwetiauw goreng.

Di kedai kopi modern yang dijual umumnya adalah roti atau kue modern. Sangat sedikit kedai kopi modern yang menjual kue tradisional khas Indonesia.

5. Pembuat kopi

Jika kedai kopi modern dengan merek ternama mengandalkan barista yang sudah terlatih, beda hal dengan kopitiam.

Pembuat kopitiam biasanya adalah pemilik kopitiam sendiri yang sudah turun temurun membuat kopi dan belajar otodidak.

Dari tangan para pembuat kopi ini juga menentukan rasa serta kecepatan dalam membuat kopi.

6. Beda serapan budaya

Kopitiam berasal dari Bahasa Melayu kopi dan tiam dari Bahasa Hokkian yang artinya toko. Kopitiam merupakan produk budaya Melayu-Tionghoa di negara serumpun Melayu seperti Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Di kedai kopi modern lebih mengarah ke negara barat, untuk itu jenis kopi yang disajikan biasanya juga menarah ke kiblat kedai kopi barat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Fasilitas Shower dan Locker di Stasiun Gambir, mulai Rp 50.000

Ada Fasilitas Shower dan Locker di Stasiun Gambir, mulai Rp 50.000

Travel Update
Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Travel Update
Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com