Ada Gempa Banten, Kemenpar Sebut Wisata Kepulauan Seribu Aman dari Potensi Tsunami

Kompas.com - 02/08/2019, 23:43 WIB
Para wisatawan antusias ber-snorkeling di Gusung Pulau Perak, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Sabtu (24/1/2015). Snorkeling, susur pulau, dan menikmati keindahan matahari terbenam merupakan paket wisata yang dinikmati wisatawan yang berkunjung ke pulau ini.KOMPAS/PRIYOMBODO Para wisatawan antusias ber-snorkeling di Gusung Pulau Perak, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Sabtu (24/1/2015). Snorkeling, susur pulau, dan menikmati keindahan matahari terbenam merupakan paket wisata yang dinikmati wisatawan yang berkunjung ke pulau ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti menyebut aktivitas wisata di Kepulauan Seribu, Jakarta aman dari potensi tsunami. Status aman dari potensi tsunami dirujuk dari laporan Badan Meteorogi Klimatologi Geofisika (BMKG).

"Sejauh ini aman, tidak termasuk dalam daerah terdampak gempa yang dirilis oleh BMKG, namun BMKG juga menghimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, tentunya informasi Kemenpar juga merujuk ke MBKG sebagai instansi resmi penanganan bencana," kata Guntur saat dihubungi KompasTravel, Jumat (2/8) malam.

Guntur mengatakan saat ini BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa di Banten. Ia juga mengimbau wisatawan untuk tetap tenang dan tak terpengaruh isu-isu yang tidak benar.

"Pemerintah tetap hadir memberi informasi resmi, jangan terpengaruh isu isu yang tidak benar. Tetap utamakan keselamatan sebelum memutuskan untuk berwisata, jangan berpikir untung rugi dulu," ujar Guntur.

Langkah terdekat saat ini yang bisa dilakukan adalah memitigasi dan mencegah dampak dari bencana gempa. Guntur juga mengimbau wisatawan untuk terus memperbaharui informasi resmi dari instansi penanggulangan bencana.

"Dalam kondisi saat ini wajar semua pihak meningkatkan kewaspadaan, utamakan dulu keselamatan. Saat ini semua informasi dapat kita up date di semua lini," tambahnya.

Sebelumnya, ratusan wisatawan membatalkan liburan ke Kepulauan Seribu, Jakarta untuk keberangkatan Sabtu (3/8) pagi pasca-gempa bermagnitudo 7.4 berpusat di 147 km barat daya Sumur, Banten.

Wisatawan khawatir gempa di Banten menimbulkan tsunami hingga Kepulauan Seribu.

Sejumlah biro perjalanan juga berharap Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memberikan informasi tentang status keamanan Kepulauan Seribu dari potensi ancaman tsunami.

Hal itu menyusul banyaknya pembatalan wisatawan untuk berlibur ke Kepulauan Seribu.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di akun Twitter miliknya mencatat, gempa berpusat di 7.54 LS,104.58 BT, 147 km barat daya Sumur, Banten dengan pusat di kedalaman 10 km.

Awalnya, BMKG menyebut gempa di Banten berpotensi tsunami. Dalam perkembangannya, BMKG telah mencabut peringatan dini potensi tsunami akibat gempa Banten.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X