Kompas.com - 05/08/2019, 18:11 WIB
Suasana gelaran Dieng Culture Festival. SHUTTERSTOCK/BANGHOLSuasana gelaran Dieng Culture Festival.

1. Risiko kebakaran yang akan mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan hutan/lahan/pemukiman.
2. Risiko pencemaran sampah, baik yang diakibatkan oleh bahan baku lampion maupun sampah dari keseluruhan kegiatan selama 3 (tiga) hari.

“Dalam surat yang sama, salah satu sarannya adalah untuk menghentikan kegiatan penerbangan lampion. Padahal kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait hal ini. Kami juga sudah koordinasi dengan AirNav, bahwasanya lampion tidak berbahaya untuk lalu-lintas penerbangan,” tutur Alif.

Terkait risiko kebakaran, Alif menjelaskan, pihaknya selalu siaga pemadam kebakaran dan relawan yang ditempatkan di samping gunung. Selama ini, turunnya lampion selalu ada di sekitar area festival.

“Lampion akan mati dan kembali turun setelah sekitar satu menit diterbangkan. Bahkan turunnya tidak mencapai radius tiga kilometer,” tambahnya.

Baca juga: Kubro Siswo Tampil di Dieng Culture Festival 2019, Penonton Bisa Kesurupan

Kemudian, terkait kebersihan, Alif menyebutkan pihaknya selalu mengadakan Aksi Dieng Bersih setiap hari selama festival berlangsung.

“Kami punya petugas dan relawan. Intinya kami sudah melakukan langkah antisipatif terkait hal-hal tersebut. Kami sudah melakukan SOP baik sebelum persiapan, pelepasan, dan setelah itu,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengunjung melepaskan lampion dalam acara Dieng Culture Festival 2019 di Dieng, Jawa Tengah, Sabtu (3/8/2019). Ribuan pengunjung baik dari sekitar Jawa Tengah maupun kota-kota besar di Indonesia hadir dalam acara DCF 2019.KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES Pengunjung melepaskan lampion dalam acara Dieng Culture Festival 2019 di Dieng, Jawa Tengah, Sabtu (3/8/2019). Ribuan pengunjung baik dari sekitar Jawa Tengah maupun kota-kota besar di Indonesia hadir dalam acara DCF 2019.

Pelepasan Lampion Terakhir

Meski surat resmi datang dari KLHK sebelum pelaksanaan DCF 2019 (2-4 Agustus), Alif menolak untuk meniadakan agenda pelepasan lampion.

“Ini (saran dari KLHK) akan menjadi kajian kami. Tapi kami belum bisa menghilangkan aktivitas tersebut. Kami punya komitmen terhadap partisipan. Dari harga tiket DCF, sejak awal sudah di-state termasuk lampion,” tutur Alif.

Baca juga: Pusakata Bikin Dieng Culture Festival 2019 Makin Syahdu

Meski demikian, pihak DCF memastikan akan mencari inovasi yang menarik sebagai pengganti agenda pelepasan lampion tahun depan.

“Kami minta maaf, untuk tahun 2020 tidak akan ada pelepasan lampion. Kami tidak mau buat masalah. Semoga menemukan (agenda) yang lebih bagus tahun depan, yang mendatangkan kesejahteraan terhadap Dieng secara keseluruhan,” tutupnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Asal Mula Kerajaan Kutai Martadipura, Didirikan oleh Raja Kudungga

Jalan Jalan
Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Ini Alasan Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal

Jalan Jalan
Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Vegan dan Vegetarian Itu Berbeda, Yuk Cari Tahu Bedanya

Jalan Jalan
PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

PT KAI Daop 1 Jakarta Batasi Usia Penumpang KA Jarak Jauh, Minimal 12 Tahun

Travel Update
Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Hotel di Meksiko Wajibkan Turis dan Karyawannya Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Disneyland Kembali Wajibkan Turis Pakai Masker walau Sudah Divaksin

Travel Update
Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Belum Dapat Bantuan Selama Tutup, Pelaku Wisata Gunungkidul Berharap Ada Solusi

Travel Update
10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

10 Mie Instan Paling Banyak Dibeli Orang Jepang, Bisa Jadi Pilihan Oleh-oleh

Jalan Jalan
Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Dieng Kembali Beku, tetapi Masih Tutup untuk Wisatawan

Travel Update
Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Jangan Bingung Saat Pesan Kamar, Ini Penjelasan Jenis Kamar Hotel

Travel Tips
Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Ada Layanan Tes PCR di Bandara Adi Soemarmo, Harganya Rp 900.000

Travel Update
Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Sejarah Berdirinya Majapahit, Salah Satu Kerajaan Terbesar di Indonesia

Jalan Jalan
Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Desa Tete Batu Jadi Perwakilan NTB di Lomba Best Tourism Village UNWTO 2021

Travel Update
Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Peringati HUT Ke-76 RI, Hotel di Malang Ini Bagi Promo Menginap Gratis Periode Agustus 2021

Travel Promo
Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X