Rambut Gimbal, Nyai Roro Kidul, dan Permintaan Tak Biasa Para Bocah Dieng

Kompas.com - 06/08/2019, 19:30 WIB
Salah satu anak yang akan menjalani pemotongan rambut gembel, Kayang Ayuningtiyas Nugroho (tengah), didampingi ibunya di rumah Tua Adat Ki Sumanto, di kawasan Dieng, Jawa Tengah, Sabtu (3/8/2019). KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESSalah satu anak yang akan menjalani pemotongan rambut gembel, Kayang Ayuningtiyas Nugroho (tengah), didampingi ibunya di rumah Tua Adat Ki Sumanto, di kawasan Dieng, Jawa Tengah, Sabtu (3/8/2019).

Ada warga yang melakukan ritual ruwatan di kediaman masing-masing, dengan mengadakan syukuran setelahnya. Ada pula warga yang melakukan pemotongan rambut massal karena merasa tak mampu untuk menggelar hajatan.

Dieng Culture Festival, yang kali ini memasuki tahun ke-10, digelar untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sepersekian harga tiket yang dibeli wisatawan adalah untuk membeli permintaan-permintaan tak biasa para bocah Dieng. Sepersekiannya lagi, untuk sesaji dan syukuran massal pasca-ritual.

Permintaan 11 anak rambut gimbal

Ada 11 anak berambut gimbal yang akan melakukan ritual tahun ini, dan semuanya perempuan. Mbah Sumanto membenarkan bahwa anak gimbal memang didominasi perempuan. Tahun ini mereka datang dari Dieng, Wonosobo, Temanggung, Batang, sampai Tanjung Priok.

“Permintaan anak-anak (gimbal) tahun ini tidak sesusah tahun lalu. Tahun lalu ada yang minta sapi bule segala,” kisah Mbah Sumanto sambil tertawa.

Tahun ini, ada anak yang hanya minta uang sebesar Rp 4.000. Anak lainnya minta uang sebesar Rp 4 juta. Ada anak yang meminta sepeda warna pink. Ada yang minta liburan ke pantai. Seorang anak dari Banjarnegara meminta 10 buah durian. Salah satu anak dari Wonosobo meminta tiga hal tidak lumrah yaitu pecut/cambuk, klintingan, dan topeng.

Kayang sendiri meminta es krim cokelat, satu buah saja. Permintaan paling unik tahun ini jatuh pada Dinda Syifa Ramadhani (4). Bocah asal Wonosobo itu meminta dua hal.

“Kentut satu kantong plastik, dan telur puyuh satu butir,” ujar Mbah Sumanto, menirukan gaya bicara Dinda.

Saya refleks bertanya, kentut siapa Mbah?

Si Mbah hanya tertawa.

Ruwatan rambut gimbal

Minggu (4/8/2019). Waktu menunjukkan pukul 06.15 WIB. Ayahanda Kayang memanggil anak sulungnya itu untuk menyapa saya di pintu depan. Kayang, bersama beberapa peserta lainnya, menginap di rumah tak jauh dari kediaman Mbah Sumanto. Ia sendiri sudah bangun sejak pukul 05.30 WIB dan mandi air hangat. Suhu di Dieng memang tengah menusuk kulit.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X