Perjalanan Menyusuri Kawah Gunung Slamet, Serasa Berada di Planet Mars

Kompas.com - 09/08/2019, 22:29 WIB
Pendaki menyusuri leher Gunung Slamet, Jawa Tengah. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPendaki menyusuri leher Gunung Slamet, Jawa Tengah. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia.

Jalur dari Plawangan menuju puncak Gunung Slamet terbilang terjal, lebih dari dari 50 derajat. Medan berbatu menambah kesulitan kami untuk melangkah. Sesekali kaki terperosot dan harus ekstra untuk berusaha meraih batu untuk pegangan.

Semburat matahari mulai muncul di belakang kami. Udara yang dingin bertiup berganti kehangatan dari matahari.

Butuh sekitar dua jam perjalanan dari Pos Plawangan menuju Puncak Gunung Slamet. Setelah memeras keringat dan berjalan terseok-seok di tengah suhu yang dingin, kami tiba di atap tertinggi di Jawa Tengah.

Panorama Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Prau, dan Gunung Ceremai bisa terlihat dari Puncak Ceremai. Lubang kawah yang mengepulkan asap juga terlihat dari area Puncak Gunung Slamet.

Pemandangan matahari terbit dilihat dari leher Gunung Slamet, Jawa Tengah. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pemandangan matahari terbit dilihat dari leher Gunung Slamet, Jawa Tengah. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia.
Tak lupa kami melakukan ritual wajib khas para pendaki yaitu berfoto di puncak gunung. Namun, kami tak berlama-lama karena perjalanan harus dilanjutkan yaitu menuju jalur Guci yang masuk di wilayah administrasi Kabupaten Tegal.

“Jalurnya turun, lalu nanti melipir di bibir kawah,” kata Wawan.

Saat mulai memasuki area sekitar kawah, kabut benar-benar pekat. Berbeda 180 derajat dengan kondisi di puncak gunung yang benar-benar cerah tanpa tertutup kabut.

Medan masih berbatu dan berpasir. Namun, kini batu-batu yang saya temui lebih besar dan berwarna lebih cerah dan kehitaman.

“Batu-batu ini dari jejak letusan Gunung Slamet,” kata Wawan.

Pendaki di puncak Gunung Slamet, Jawa Tengah dengan latar belakang kawah gunung api. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki di puncak Gunung Slamet, Jawa Tengah dengan latar belakang kawah gunung api. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia.
Kami akhirnya sampai di sebuah wilayah datar dan dikeliling bukit batu yang menjulang. Saya sempat berujar ke Wawan, “Ini seperti di jalur di Kawah Papandayan dan Carstensz Papua,”

Asap terus mengepul di sekeliling saya. Bau sulfur terasa sangat familiar. Kami pun tak menggunakan penutup wajah dan hidung.

Kami terus berjalan agar menemukan titik pertemuan jalur turun menuju ke arah Guci. Hal yang paling mendebarkan saat itu adalah ketika melintasi igir-igir kawah Gunung Slamet.

“Itu kawahnya masih aktif,” kata Wawan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X