Kompas.com - 11/08/2019, 19:10 WIB
Umat muslim melaksanakan shalat Raya Idul Adha 1440 Hijriah di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2019). Setelah melaksanakan ibadah salat id Idul Adha mayoritas umat muslim melaksanakan penyembelihan hewan kurban untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGUmat muslim melaksanakan shalat Raya Idul Adha 1440 Hijriah di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2019). Setelah melaksanakan ibadah salat id Idul Adha mayoritas umat muslim melaksanakan penyembelihan hewan kurban untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Identiknya, saat kita mendengar kata ‘tradisi Idul Adha’, kita akan berpikir tentang tradisi yang dilakukan oleh warga-warga Muslim di Indonesia. Namun, ternyata Muslim di luar negeri juga memiliki tradisi Idul Adha sesuai negara masing-masing.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut tujuh tradisi unik Idul Adha di berbagai negara: 

1. Pakistan 

Idul Adha di Indonesia dirayakan satu hari saja. Berbeda di Pakistan, Idul Adha di negara ini dirayakan empat hari berturut-turut. Pasalnya, di negara ini peryaan Idul Adha terasa lebih syahdu dibandingkan dengan Idul Fitri. Warga Pakistan akan diliburkan dalam empat hari perayaannya.

Hal ini dilakukan demi mendukung terjalannya puasa Arafah. Tradisi unik dari negara ini adalah memandikan dan menandani hewan kurban sebelum disembelih. Selain menjaga kesehatan hewan kurban, tradisi ini dilakukan untuk menghormati Nabi Ibrahim As.

2. Maroko

Ilustrasi MarokoAlbert Supargo Ilustrasi Maroko

Di negara ini, perayaan Idul Adha yang dilakukan mirip dengan Indonesia. Warga Maroko akan berbondong-bondong pergi ke mesjid untuk mengaji dan beribadah. Setelah itu, warga akan memotong hewan kurban yang akan dibagikan ke warga-warga Maroko, khususnya yang kurang mampuh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perbedaannya terletak di waktu libur dan makanan khasnya. Idul Adha di negara ini dirayakan selama tiga hari penuh. Hidangan khas Idul Adha dari negara ini adalah mrouzia dan boulfaf. Terbuat dari rempah-rempah yang diolah dengan daging domba sehingga menimbulkan rasa daging yang manis dan asin.

3. Bangladesh

Saat Idul Adha, masyarakat Bangladesh akan beramai-ramai pergi ke mesjid untuk beribadah dan mengaji. Selain itu, warga akan berbondong-bondong mudik ke kampung halamanya masing-masing.

Idul Adha di negara ini dirayakan dalam tiga hari. Berkumpul dengan keluarga dan makan bersama meruapakan tradisi turun temurun Idul Adha di negara ini.

4. Amerika Serikat

Umat Muslim di Amerika Serikat biasanya mendapat jatah libur 1-3 hari saat Idul Adha. Bedanya, penyembelian hewan kurban di pinggir jalan tidak diperbolehkan di Amerika. Mereka biasanya membeli daging potongan di pasar untuk memasak hidangan Idual Adha.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendakian Semeru Selalu Penuh, Kunjungan Wisata Bromo Masih Separuh

Pendakian Semeru Selalu Penuh, Kunjungan Wisata Bromo Masih Separuh

Travel Update
3 Daftar Hotel Karantina untuk WNA dan WNI di Jakarta Barat

3 Daftar Hotel Karantina untuk WNA dan WNI di Jakarta Barat

Travel Update
6 Fakta Karst Rammang-Rammang Maros, Dikunjungi Sandiaga dan Atta Halilintar

6 Fakta Karst Rammang-Rammang Maros, Dikunjungi Sandiaga dan Atta Halilintar

Travel Update
Ajak Atta Halilintar, Sandiaga Resmikan Desa Wisata Rammang-Rammang

Ajak Atta Halilintar, Sandiaga Resmikan Desa Wisata Rammang-Rammang

Travel Update
Tak Miliki Izin, Pemerintah Tutup Obyek Wisata Pioneer Camp Aceh

Tak Miliki Izin, Pemerintah Tutup Obyek Wisata Pioneer Camp Aceh

Travel Update
Catat! Daftar 6 Hotel Karantina Dekat Bandara Soekarno-Hatta

Catat! Daftar 6 Hotel Karantina Dekat Bandara Soekarno-Hatta

Travel Update
Melihat Festival Susur Sungai di Banyuwangi untuk Jaga Ekosistem

Melihat Festival Susur Sungai di Banyuwangi untuk Jaga Ekosistem

Jalan Jalan
Aturan Camping di Bukit Klangon, Yogyakarta yang Sudah Bisa Dilakukan Lagi

Aturan Camping di Bukit Klangon, Yogyakarta yang Sudah Bisa Dilakukan Lagi

Travel Tips
Syarat ke Kebun Binatang Ragunan Juni 2021, Khusus KTP Jakarta

Syarat ke Kebun Binatang Ragunan Juni 2021, Khusus KTP Jakarta

Travel Tips
6 Tips Mendaki Gunung Prau via Igirmranak, Siapkan Senter walau Siang

6 Tips Mendaki Gunung Prau via Igirmranak, Siapkan Senter walau Siang

Travel Tips
Rute Menuju Basecamp Pendakian Gunung Prau via Igirmranak

Rute Menuju Basecamp Pendakian Gunung Prau via Igirmranak

Jalan Jalan
Jewel Changi Airport Singapura Buka Lagi, Siapa yang Bisa ke Sana?

Jewel Changi Airport Singapura Buka Lagi, Siapa yang Bisa ke Sana?

Travel Update
Catatan Pendakian Gunung Prau via Igirmranak, Salah Satu yang Terindah

Catatan Pendakian Gunung Prau via Igirmranak, Salah Satu yang Terindah

Jalan Jalan
Taj Mahal India Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi Hanya 650 Orang

Taj Mahal India Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi Hanya 650 Orang

Travel Update
Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Kampanye Muslim Friendly Korea, Cara Korea Gaet Wisatawan Indonesia

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X