Etika dan Informasi Penting Sebelum Masuk Pura di Bali

Kompas.com - 13/08/2019, 21:35 WIB
Prosesi upacara Melasti di Pura Ulun Danu Beratan di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (4/3/2019). Upacara Melasti dilaksanakan dalam rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada tanggal 7 maret 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGProsesi upacara Melasti di Pura Ulun Danu Beratan di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (4/3/2019). Upacara Melasti dilaksanakan dalam rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada tanggal 7 maret 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berwisata ke rumah ibadah sudah jadi hal yang lumrah di dunia pariwisata. Khususnya di Bali, pura sering menjadi obyek wisata yang dikunjungi oleh turis lokal maupun asing.

Namun sebelum berwisata ke pura atau rumah ibadah lain, haruslah sadar bahwa fungsi utama rumah ibadah adalah tempat beribadat. Tempat yang suci, lokasi ketika umat berusaha berkomunikasi dengan Tuhan.

(Baca juga: Kasus Viral Turis Asing Lecehkan Air Suci dan Refleksi Pariwisata Bali)

Untuk itu perlu ada perlakuan khusus berwisata ke rumah ibadah, tak terkecuali pura tempat beribadat umat Hindu Dharma atau lebih akrab disebut Hindu Bali.

Seperti yang dijelaskan oleh Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali I Gede Pitana, dihubungi KompasTravel, Selasa (13/8/2019) berikut ini:

1. Pura terdiri dari tiga halaman

" Pura di Bali terdiri dari tiga halaman (bagian). Ini yang harus diketahui dahulu sebelumnya," jelas Pitana.

Halaman pertama adalah Hutama Mandala atau disebut juga halaman tengah. Di halaman ini Pitana menyebutkan hanya boleh dikunjungi oleh orang yang bersembahyang.

Di sini pula disimpan berbagai kesenian sakral, arca, dan lambang Dewa yang merupakan manifestasi Tuhan dalam kepercayaan Hindu Bali. 

Halaman selanjutnya adalah Madya Mandala, tempat diselenggarakannya kesenian semi sakral. Seperti wayang, topeng, dan barong.

(Baca juga: Dianggap Melecehkan Air Suci Bali, Dua Turis Asing Dihukum Adat)

Di sini pula biasanya orang memasak untuk keperluan pura. Sama seperti Huatama Mandala, hanya orang yang bersembahyang yang boleh memasuki Madya Mandala.

Selanjutnya adalah halaman paling luar, yakni Nista Mandala. Semua orang boleh mengunjungi bagian ini, tak terkecuali orang yang tidak datang untuk bersembahyang, contohnya turis.

Namun ada beberapa peraturan khusus yang berlaku bagi orang yang berkunjung ke Nista Mandala.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X