Jelang HUT RI, Flores Barat Gencarkan Promosi Kearifan Lokal

Kompas.com - 14/08/2019, 11:07 WIB
Pemandang alam di pantai utara diabadikan dari kawasan bukit cinta di Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Jumat (26/7/2019). Gundukan bukit kecil ini menjadi tempat berswafoto dan menikmati matahari terbenam di laut Labuan Bajo oleh wisatawan. KOMPAS.com/MARKUS MAKURPemandang alam di pantai utara diabadikan dari kawasan bukit cinta di Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Jumat (26/7/2019). Gundukan bukit kecil ini menjadi tempat berswafoto dan menikmati matahari terbenam di laut Labuan Bajo oleh wisatawan.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Pemerintah Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur gencar mempromosikan kearifan lokal. Atraksi budaya dan seni tari dipentaskan di Golowelu, ibu kota Kecamatan Kuwus.

Peserta dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas ikut serta dalam berbagai pementasan tersebut. Pelajar Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) ikut serta dalam pementasan musicktradisional seperti Sanda dan Mbata. Sedangkan pelajar Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan se-Kecamatan Kuwus ikut dalam pementasan Sasi (caci) tradisional yang diwariskan leluhur orang Kolang.

selain itu, ada festival Kokor Gola (masak air nira menjadi gula merah semut) yang menjadi kebanggaan orang Kolang. Hal tersebut dijelaskan Camat Kuwus, Fransiskus Male, kepada Kompas.com, Rabu, (14/8/2019).

Baca juga: Beo Runa, Pusat Peradaban Minangkabau di Flores Barat (1)

Male menjelaskan, ini merupakan rangkaian pagelaran tradisional dalam memeriahkan Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Selain atraksi seni, ada pula pertandingan di bidang olah raga seperti bola voli.

Salah satu atraksi paling ramai adalah festival musik tradisional dan seni tari, Sanda dan Mbata. Seni musik dan tari ini terus dilestarikan lewat anak-anak usia sekolah agar keberlanjutan dan keberlangsungan terus tejaga dengan baik sebagai identitas dari orang Manggarai. Pementasan musik dan seni tari tradisional ini dilakukan sebagai ajang untuk mempromosikan pariwisata berbasis budaya di wilayah bagian utara dari Kabupaten Manggarai Barat.

“Banyak potensi pariwisata di wilayah Utara dari Manggarai Barat yang terus dikembangkan dan dipromosikan secara terus menerus. Pariwisata berbasis budaya, ekologi tersebar di wilayah bagian utara dari Manggarai Barat, termasuk di wilayah Kecamatan Kuwus dan Kuwus Barat,” jelasnya.

Selain itu, ada Festival Kokor Gola (masak air nira menjadi gula merah semut) yang juga merupakan suatu warisan leluhur orang Kolang. Festival Kokor Gola melibatkan warga pengrajin Kokor Gola dari berbagai Desa di wilayah Kecamatan Kuwus.

Pemerintah Kecamatan Kuwus mengembangkan wisata Liat Gola khas Kolang sebagai salah destinasi alternatif di wilayah bagian utara dari Manggarai Barat. Rencana kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis, 15 Agustus 2019 di Golowelu, Ibukota Kecamatan Kuwus.

Baca juga: Menjelajahi Obyek Wisata di Pantai Utara Flores, Indahnya...

“Orang Kolang sangat terkenal dengan tradisi Kokor Gola sebagai salah satu penunjang kehidupan dari warga pengrajin Gola Merah di wilayah Kedaluan Kolang. ada yang menyebut bahwa Hale Kolang Kokor Gola, dan kini Ngo Hale Kolang, Ngo Lait Gola Kolang (pergi ke Kolang untuk melihat cara memasak air nira menjadi gula merah semut, pergi ke Kolang, pergi lait gola Kolang),” jelasnya.

Selanjutnya ada Festival Sasi (caci). Dialek Kolang untuk menyebut Caci adalah Sasi. Selama ini dialek Caci merupakan dialek khas dari Manggarai. Tiap-tiap Suku di wilayah Manggarai Barat dan Manggarai Raya pada umumnya memiliki dialek tersendiri.

Festival Sasi tingkat Kecamatan Kuwus dilakukan oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kecamatan Kuwus.

“Saya berharap pementasan musik tradisional dan festival ini, kita mewariskan dan internalisasi nilai kebudayaan kearifan lokal Manggarai Barat, khususnya dan Indonesia pada umumnya. Saya juga berharap kegiatan ini tiap tahun dilaksanakan di Kecamatan Kuwus. Kita menanamkan nila budaya bagi generasi penerus Bangsa yang ada di wilayah Kecamatan Kuwus dan Manggarai Barat pada umumnya,” jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X