Kamu Suka Durian? Yuk Piyoh di Jalan Elak Aceh

Kompas.com - 16/08/2019, 09:01 WIB
Pembeli memilih durian di Jalan Elak, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/8/2019). KOMPAS.com/MASRIADIPembeli memilih durian di Jalan Elak, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/8/2019).

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Lalu lalang pengendara melintas di Jalan Elak yang menghubungkan Buket Rata, Kota Lhokseumawe dengan Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/8/2019). Jalan itu mulus dan lebar.

Dibangun awalnya untuk dilalui truk berbadan besar. Sehingga tidak mengganggu kepadatan lalu lintas nasional Medan-Banda Aceh.

Di sisi kanan jalan, tepatnya di Desa Buloh Beureughang, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara itu lah berjejer buah durian. Sebagian diletakkan di aspal. Sebagian lagi digantung dengan tali.

Baca juga: Di Kaki Lombok Ada Durian Tanpa Sekat, Begini Penampakannya

Lintas Elak itu bisa digunakan untuk tembus ke Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Bener Meriah. Sehingga tak jarang, masyarakat dari dua kabupaten itu menggunakan jalan tersebut untuk menuju ke sejumlah daerah lainnya di Aceh.

Piyoh-piyoh (singgah-singgah),” ujar pedagang saat melihat sepeda motor atau mobil menepi.

Pembeli menikmati durian di Jalan Perdagangan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (2/3/2019) malam.KOMPAS.com/MASRIADI Pembeli menikmati durian di Jalan Perdagangan, Kota Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (2/3/2019) malam.
Sekitar seratusan buah durian berbagai ukuran ada di depan mereka. Satu kursi kecil tersedia di sana. Kursi itu digunakan untuk pembeli yang langsung memakan buah durian di sana.

“Kalau tawar bisa tukar,” kata Muhammad, pedagang durian itu penuh semangat.

Baca juga: Ini Durian di Indonesia yang Bakal Ngehits 5 Tahun ke Depan

Seluruh durian itu diambil dari Kilometer 8, jauh ke pedalaman Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

“Itu pun belum semua pohon durian di sana jatuh buahnya. Masih satu atau dua pohon saja yang mulai jatuh,” katanya.

Baca juga: Aceh Promosikan Kuliner untuk Daya Tarik Wisata

Dampaknya harga buah durian menjadi mahal. Untuk ukuran sedang dibanderol Rp 60.000 per butir. Harga termurah Rp 40.000 per butir.

“Kami buka sejak pukul 10.00 hingga jelang magrib. Malam tutup. Karena tidak ada lampu jalan di sekitar sini,” ujar Muhammad.

Pedagang membelah durian untuk pembeli di Jalan Elak, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/8/2019).KOMPAS.com/MASRIADI Pedagang membelah durian untuk pembeli di Jalan Elak, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/8/2019).
Iya, lintas itu memang belum memiliki lampu jalan. Sehingga sangat gelap pada malam hari. Karena itu pula, untuk merasakan durian nikmat, lemak dan manis di sana, bisa dilakukan pada siang hari.

Ingat, jika ingin membeli durian, sebelumnya buatlah perjanjian dengan pedagang. Misalnya, jika tawar atau asam, maka tukar dengan buah lainnya. Jika tidak buat perjanjian, maka pedagang tak akan mau mengganti buah durian tawar atau asam tadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X