Kompas.com - 16/08/2019, 11:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedai makan Lumpang Emas yang merupakan salah satu anak bisnis dari Umara Group, mengeluarkan tiga produk kue yang menjadi menu dessert pilihan pengunjung tempat ini.

Kue-kue yang disediakan didominasi oleh kue-kue khas Indonesia yang beberapanya di sajikan dengan toping boba diatasnya.

“Selama ini Lumpang Emas terkenal dengan makanan beratnya. Tujuan diluncurkan menu ini agar menambah varian baru snack-snack di sini, jadi orang ke sini bisa buat sekedar cemal-cemil aja,” kata Maya selaku Marketing Communications Manager Umara Group dari Lumpang Emas.

KompasTravel berkesempatan mencicipi tiga jenis kue tersebut dalam acara rilis yang dipimpin oleh Dimas Beck sebagai Co Founder dari Lumpang Emas di Lumpang Emas, Gedung Colony Lt. 2, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (14/08/2019).

Kue pertama yang dicoba yaitu Kue Coklat Tempoe Doeloe. Rasa cokRlat yang ditawarkan tidak terlalu manis dan aroma coklat yang ditimbulkan kue ini sangat menenangkan pikiran.

Kue Coklat Tempoe Doeloe Albert Supargo Kue Coklat Tempoe Doeloe

“Kue coklat ini asli Indonesia tapi memang gayanya diadaptasi dari luar. Kue ini sangat cocok untuk orang-orang Indonesia yang mayoritasnya pecinta coklat,” sebut Dimas Beck.

Selanjutnya KompasTravel mencicipi kue kedua, yaitu Kue Kopi Susu Jadoel with Boba. Rasa kopi yang sangat kuat terpadu dengan flat susu manis diatasnya ditambah dengan butiran boba diatasnya, menciptakan sensai minum kopi di kue.

Kue Kopi Susu Jadoel with BobaAlbert Supargo Kue Kopi Susu Jadoel with Boba

“Untuk rasa kopinya ada di kuenya dan rasa dari susunya ada di flat kuenya. Setelah itu kita kasih boba yang kita buat homeade yang dibuat dengan campuran gula aren. ” ujar Dimas Beck.

Kue yang terakhir adalah Kue Cubit Cream Cheese Boba. Dimas Beck menyatakan menu ini hanya dapat ditemui di Lumpang Emas. Perpaduan gurih keju dan saus cream cheese boba memanjakan lidah peNcinta makanan manis.

Kue Cubit Cream Cheese Boba Albert Supargo Kue Cubit Cream Cheese Boba

“Kalo kita beli kue cubit, biasanya kita bisa minta setengah mateng atau mateng. Jadi, kita tambahin saus cream cheese untuk mereka yang suka kue cubit setengah matang, biar ada sensasi kenyal-kenyalnya. Cocok banget dipadukan dengan the lokal kita atau kopi Gayo kita” ucap Dimas Beck.

Untuk kamu yang ingin mencoba ketiga jenis kue ini, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 35.000/kue. Aneka kue ini sudah bisa kamu nikmati mulai dari tanggal 14 Agustus 2019.

Lumpang emas juga menyediakan paket spesial ‘SANTAI SORE’ yang hanya dapat dinikmati dari pukul 3 sampai 5 sore.

Terdapat dua paket SANTAI SORE yang dapat dinikmati di Lumpang Emas. Dengan harga Rp50.000.

Kamu dapat menikmati 1 varian dessert terbaru dengan 1 gelas teh dan free 1 kali refill atau dengan harga Rp98.000, Kamu dapat menikmati 2 varian dessert terbaru dengan 2 gelas teh dan free 1 kali refill.

Suasana zaman dulu ala-ala kolonial yang ditawarkan di Lumpang Emas Suasana zaman dulu ala-ala kolonial yang ditawarkan di Lumpang Emas

Selain dessert, Lumpang Emas juga menyediakan berbagai macam makanan berat seperti Nasi Campur Umara yang menjadi nasi campur andalan dari tempat ini.

Menu yang terdiri dari Nasi Daun Jeruk, Ayam Singgang, Lidah Cabe Hijau, Paru Asam Manis, Telur Sambal Seset, Sayur Daun Singkong, Sambal Bawang ini dapat kamu nikmati dengan harga Rp68.000.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Travel Update
Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Travel Update
Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Travel Promo
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

Travel Update
7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal 'Road Trip'

7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal "Road Trip"

Travel Tips
5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

Travel Promo
Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Travel Update
Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Travel Update
Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Travel Tips
Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Travel Update
Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Travel Update
11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

Jalan Jalan
Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Travel Update
Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.