Pidato Presiden Jokowi Semakin Memacu Pariwisata di Labuan Bajo

Kompas.com - 17/08/2019, 10:02 WIB
Presiden Joko Widodo berpose dengan latar belakang pemandangan matahari terbenam di Labuan Bajo, Flores, NTT, Rabu (10/7/2019). SETPRES / AGUS SOEPARTOPresiden Joko Widodo berpose dengan latar belakang pemandangan matahari terbenam di Labuan Bajo, Flores, NTT, Rabu (10/7/2019).

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Pidato Presiden Joko Widodo di hadapan anggota DPR-DPD RI dengan menyebut empat destinasi lintas sektor 2020, diantaranya Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika mendapatkan tanggapan positif dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Provinsi NTT, Marius Jelamu kepada Kompas.com melalui pesan whatsapp, Jumat (16/8/2019) mengungkapkan bahwa Pemprov NTT menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Joko Widodo yang telah memilih Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu destinasi lintas sektor 2020.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisatawan di Labuan Bajo

Jelamu menjelaskan, tentu pidato Presiden RI ini akan membuat pembangunan pariwisata di Labuan Bajo akan semakin intensif dan berdampak positif pada pariwisata dan sektor-sektor ekonomi lain di seluruh Nusa Tenggara Timur.

"Kita harapkan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata, berbagai fasilitas yang dibutuhkan dibangun untuk mendukung kemajuan Pariwisata Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur. Kita mendorong masyarakat NTT umumnya dan Labuan Bajo khususnya untuk mengantisipasi semua perkembangan tersebut dan berusaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," katanya.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula didampingi Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong menyambut penerbangan perdana AirAsia di Bandara Komodo, Kamis (1/8/2019).KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula didampingi Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong menyambut penerbangan perdana AirAsia di Bandara Komodo, Kamis (1/8/2019).
Jelamu menjelaskan, semua sub sektor seperti pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan dan perindustrian dan lain sebagainya dikembangkan secara maksimal dan terintegrasi dengan pariwisata.

Bandara Komodo Menjadi Bandara Internasional

Jelamu menjelaskan, ketika Bandara Komodo di Labuan Bajo akhir 2020 selesai dikembangkan dan menjadi bandara internasional di NTT dan melayani penerbangan internasional pada 2021 tentu akan membuat pariwisata NTT semakin maju.

Di Pulau Timor saat ini ada 4 bandara internasional diantaranya satu di Timor Barat, Nusa Tenggara Timur dan 3 di negara Timor Leste yakni Oekusi, Suai, dan Dili.

Wisatawan bersantai di atas kapal semi phinisi Wae Rebo di Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.Kompas.com/SHERLY PUSPITA Wisatawan bersantai di atas kapal semi phinisi Wae Rebo di Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
"Sekarang kita sudah membuka penerbangan Kupang-Dili dan sedang berjuang juga Kupang-Darwin. Dan ke depannya, bukan tidak mungkin Darwin-Sydney-Labuan Bajo atau Dili-Kupang-Labuan Bajo. Nanti akan banyak alternatif penerbangan internasional yang bisa dibuka," katanya.

Menurut Jelamu, ke depannya, kita bisa meraup turis-turis dari Pasifik Selatan, Timor Leste, Australia dan New Zealand dan lain sebagainya. Dan juga turis dari Eropa, China, Jepang dan Amerika Serikat bisa langsung ke NTT atau lewat rute Jakarta-Denpasar-Surabaya dan Makassar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X