7 Kota Terlantar yang Menakjubkan untuk Dikunjungi

Kompas.com - 18/08/2019, 13:05 WIB
Pulau Hashima, Jepang Albert SupargoPulau Hashima, Jepang

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk beberapa wisatawan, negara yang ramai dengan turis menjadi pilihan wisata yang dicari. Tapi, ada juga petualang yang mencari tempat antimainstream termasuk tempat-tempat yang terlantar.

Berpetualang di bangunan-bangunan terlantar, mengintari jalan-jalan rusak dan melihat arsitektur bangunan antar zaman, menjadi pilihan untuk mereka pecinta petualangan.
Website wisata luar negeri Traveller.au merangkum 7 kota terlantar yang menakjubkan untuk dikunjungi:

Pripyat, UkrainaAlbert Supargo Pripyat, Ukraina

1. Pripyat, Ukraina

Pripyat dihuni hanya selama 16 tahun sebelum ledakan di reaktor nuklir Chernobyl membuat kota ini ditelantarkan. Ledakan ini menyebabkan tingkat radiasi yang sangat tinggi di kota ini, sehingga membuat seluruh warga kota dievakuasi ke tempat lain.

Meskipun kota tidak akan dihuni selama 20.000 tahun lagi, tingkat radiasi dalam zona pengecualian membuatnya cukup aman untuk dikunjungi oleh wisatawan, walaupun hanya dalam sehari. Arsitektur gaya Uni Soviet lama menunggu untuk kamu yang mempunyai nyali mengunjungi kota ini.


2. Pulau Hashima, Jepang

Berada di barat daya Nagasaki, tempat ini merupakan basis untuk penambangan batubara bawah laut sebelum ditinggalkan pada tahun 1974. Karena itu, arsitektur gaya Jepang lama seakan-akan memfosil di pulau yang termasuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO ini.

Kota kecil dengan bangunan apartemen, sekolah, rumah sakit, kuil Shinto menunggu kamu yang ingin berwisata petualangan di kota yang ditinggalkan penduduknya.

Kayakoy, TurkiAlbert Supargo Kayakoy, Turki

3. Kayakoy, Turki

Terletak di lereng bukit dekat pantai barat daya Turki, Kayakoy pernah huni oleh 6.500 orang Yunani, sampai mereka diusir selama Perang Yunani-Turki tahun 1920-an.

Meskipun sebagian besar bangunannya telah kehilangan atap dan jendela, rumah-rumah batu, toko-toko dan gereja-gereja Yunani Ortodoks Kayakoy telah bertahan lama dan bahkan pasca terjadinya gempa bumi.

Sekarang kota ini dilestarikan sebagai monumen bersejarah yang dapat dikunjungi wisatawan mancanegara maupun lokal.

Merv, TurkmenistanAlbert Supargo Merv, Turkmenistan

4. Merv, Turkmenistan

Merv adalah salah satu kota besar di Jalur Sutra, tempat perpustakaan, kuil, kebun, dan taman hijau nan ekstotik. Dengan banyaknya harta karun di tempat ini, kota ini sempat diserang oleh orang Mongolia dan membuat kota ini hancur berantakan.

Sekarang, tembok Benteng Kiz Kala, stupa-stupa rusak, gereja zaman dahulu dan tembok-tembok pasir, seakan-akan mengingatkan wisatawan dengan kejayaan kota Merv di zaman dahulu.

Beichuan, CinaAlbert Supargo Beichuan, Cina

5. Beichuan, China

Pasca Gempa Besar Sichuan tahun 2008, pemerintah China memutuskan bahwa kota yang dulunya berpenduduk 20.000 ini akan ditinggalkan dan tidak pernah dibangun kembali atau dihuni kembali.

Sekarang, Beichuan layaknya sebuah museum terbuka yang membeku dalam waktu, gedung-gedungnya yang hancur, tiang-tiang baja yang bertebaran dan jalan yang rusak seakan-akan menjadi monument untuk mereka yang kehilangan nyawa mereka dalam bencana tersebut.

Centralia, Pennsylvania, Amerika SerikatAlbert Supargo Centralia, Pennsylvania, Amerika Serikat

6. Centralia, Pennsylvania, Amerika Serikat

Pada tahun 1962, lapisan batu bara yang terletak di bawah kota Centralia mulai terbakar, dan mebuat jalanan menjadi berabu, mengeluarkan uap beracun, menyebabkan lubang pembuangan raksasa yang menjadikan Centralia tidak nyaman untuk ditinggali.

Sekarang kota yang tidak berpenguni ini diubah menjadi museum graffiti terbuka dengan torehan cat dari para seniman di seluruh dunia. Gedung-gedung gaya 1960-an Amerika juga dapat terlihat di beberapa tempat di kota ini.

Akarmara, AbkhaziaAlbert Supargo Akarmara, Abkhazia

7. Akarmara, Abkhazia

Kota ini berada di kaki bukit Pegunungan Kaukasus di Republik Abkhazia di sudut barat Laut Hitam. Dulunya tempat ini merupakan kota pertambangan yang ramai dengan populasi sekitar 5.000 orang sampai ditinggalkan setelah pecahnya Uni Soviet dan Abkhazia.

Mobil-mobil yang berkarat, jalan-jalan yang hancur, dan blok-blok apartemen yang hancur perlahan-lahan dikonsumsi oleh alam, memberikan latar belakang bagi para seniman video dan pembuat film yang mencari pemandangan akhir dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X