Rayakan 17 Agustus, Mapala UI Kibarkan Merah Putih di Goa Grubug dan Tebing Sumbing

Kompas.com - 19/08/2019, 10:10 WIB
Penelusur goa Mapala UI mengibarkan bendera Merah Putih di dasar Goa Grubug, Gunungkidul, Yogyakarta. Dok. Mapala UIPenelusur goa Mapala UI mengibarkan bendera Merah Putih di dasar Goa Grubug, Gunungkidul, Yogyakarta.

SOLO, KOMPAS.com - Menyambut kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia ( Mapala UI) melakukan pengibaran bendera Merah Putih di dua lokasi yaitu Tebing Sumbing, Kediri, Jawa Timur dan Gua Grubug, Kawasan Gunung Sewu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mapala UI mengirim sebanyak tiga anggota untuk melakukan penelusuran gua. Mereka sampai di Kabupaten Gunungkidul sejak tanggal 13 Agustus 2019. Tim melakukan penelusuran gua via pintu masuk Gua Grubug. Tepat pada hari Kemerdekaan, bendera Merah Putih dikibarkan di dasar gua.

Gunung Sewu terkenal dengan bentukan alam yang beragam, salah satunya adalah Gua Grubug. Dengan kedalaman 90 meter, kawasan yang ditetapkan sebagai Global Geopark Network ini dipilih sebagai lokasi pengibaran bendera merah putih di bawah tanah.

Selain pengibaran bendera di kedalaman Gua Grubug, Mapala UI juga melakukan perayaan HUT RI di Tebing Sumbing, Jawa Tengah. Mapala UI melakukan perintisan jalur pemanjatan baru sekaligus melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih di Tebing Sumbing.

“Seluruh rangkaian acara pengibaran bendera Merah Putih ini merupakan bentuk semangat nasionalisme Mapala UI. Kami harap dengan kegiatan ini, generasi muda dapat semakin peduli dalam membangun negeri ini dengan caranya masing-masing” ucap Salsabila Altje, Ketua Mapala UI dalam siaran pers yang diterima KompasTravel.

Pemanjat dari Mapala UI mengibarkan bendera Merah Putih di Tebing Sumbing, Gunung Kelud, Jawa Timur.Dok. Mapala UI Pemanjat dari Mapala UI mengibarkan bendera Merah Putih di Tebing Sumbing, Gunung Kelud, Jawa Timur.

Selain menyambut hari ulang tahun RI, kedua kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka latihan ekspedisi Pesona Alam Cenderawasih (PACE) yang akan dilaksanakan pada bulan Januari 2020.

Melalui ekspedisi PACE 2020, Mapala UI akan melakukan eksplorasi di tiga kabupaten di provinsi Papua Barat, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Raja Ampat.

Ekspedisi PACE 2020 akan memberangkatkan lima biro peminatan Mapala UI, yaitu Panjat Tebing, Selam, Telusur Gua, Selam dan Paralayang.

Sebelumnya, pada tahun 2018 Mapala UI telah melakukan ekspedisi di wilayah Papua Barat dengan judul Ekspedisi Bumi Cenderawasih (EBC). Melalui ekspedisi PACE 2020, Mapala UI bermaksud untuk melakukan eksplorasi keindahan alam Papua Barat lebih jauh.

Project Officer PACE 2020, Raihan Arul, mengatakan bahwa ekspedisi ini dilakukan oleh Mapala UI sebagai usaha untuk memperkenalkan potensi wisata alam di kawasan Papua Barat.

“Sampai sekarang, lokasi wisata alam di Papua Barat yang dikenal orang banyak baru Raja Ampat yang terkenal dengan potensi baharinya. Kami ingin kegiatan ini bisa membuka peluang bagi daerah-daerah lain di Papua Barat untuk bersaing dengan Raja Ampat dalam sektor pariwisata”. Ucap Raihan sebagai ketua ekspedisi ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Hunian Hotel di Kota Bogor Mulai Pulih, Lebih Baik dari Jabar

Tingkat Hunian Hotel di Kota Bogor Mulai Pulih, Lebih Baik dari Jabar

Whats Hot
Pantai Padang Betuah Bengkulu, Tempat Wisata yang Mirip Tanah Lot Bali

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Tempat Wisata yang Mirip Tanah Lot Bali

Jalan Jalan
Grojogan Kapuhan Magelang, Tempat Wisata Baru Mirip Air Terjun

Grojogan Kapuhan Magelang, Tempat Wisata Baru Mirip Air Terjun

Jalan Jalan
Wehea-Kelay Dinilai Sukses Terapkan Konservasi Lintas Batas, Apa Itu?

Wehea-Kelay Dinilai Sukses Terapkan Konservasi Lintas Batas, Apa Itu?

Whats Hot
Kisah Dua Perempuan Tangguh yang Gali Potensi Desa untuk Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Kisah Dua Perempuan Tangguh yang Gali Potensi Desa untuk Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Whats Hot
De’savanna Restaurant yang Unik di Bogor, Bersantap Sambil Ditemani Satwa.

De’savanna Restaurant yang Unik di Bogor, Bersantap Sambil Ditemani Satwa.

Jalan Jalan
25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

Jalan Jalan
Itinerary Seharian di Sekitar Watergong Klaten, Puas Main Air

Itinerary Seharian di Sekitar Watergong Klaten, Puas Main Air

Jalan Jalan
Rute dan Harga Menu di Watergong Klaten

Rute dan Harga Menu di Watergong Klaten

Travel Tips
Watergong Klaten, Sungai Kotor yang Kini Jernih dan Penuh Ikan seperti di Jepang

Watergong Klaten, Sungai Kotor yang Kini Jernih dan Penuh Ikan seperti di Jepang

Jalan Jalan
Museum Ahmad Yani, Saksi Bisu Perjalanan Sang Jenderal Korban G30S/PKI

Museum Ahmad Yani, Saksi Bisu Perjalanan Sang Jenderal Korban G30S/PKI

Jalan Jalan
Kenapa Desa Wisata Harus Bersandingan dengan Desa Digital?

Kenapa Desa Wisata Harus Bersandingan dengan Desa Digital?

Whats Hot
25 Tempat Wisata Manado dan Sekitarnya yang Wajib Dikunjungi

25 Tempat Wisata Manado dan Sekitarnya yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Paket Baru Wisata Candi Borobudur, Sarapan dengan Pemandangan Candi hingga Gunung

Paket Baru Wisata Candi Borobudur, Sarapan dengan Pemandangan Candi hingga Gunung

Whats Hot
Wisata Pantai Ngur Sarnadan Kepulauan Kei, Berbaur dengan Warga Lokal

Wisata Pantai Ngur Sarnadan Kepulauan Kei, Berbaur dengan Warga Lokal

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X