Kompas.com - 20/08/2019, 08:20 WIB
Nasi goreng dan m goreng legendaris dari Bandung ini sudah berdiri sejak tahun 1950. Hingga kini masih bertahan dan menjadi buruan para penggemarnya. KOMPAS.com/RENI SUSANTINasi goreng dan m goreng legendaris dari Bandung ini sudah berdiri sejak tahun 1950. Hingga kini masih bertahan dan menjadi buruan para penggemarnya.


BANDUNG, KOMPAS.com – Kalau ke Bandung pada siang hari dan merasakan perut lapar, tak ada salahnya mengunjungi Nasi dan Mi Goreng Ibu Sani Landoeng.

Lokasinya berada di Jalan Mangga No 26 Bandung atau tak jauh dari rumah istri keempat Presiden Soekarno, almarhumah Hartini.

Di sini, pengunjung akan disuguhkan pemandangan tak biasa. Kesan tradisional sangat terasa dari cara memasak mi dan nasi goreng yang menggunakan tungku tungku arang.

Pesan kemudian duduklah. Dalam waktu singkat, pengunjung akan mencium aroma menggoda mi dan nasi goreng. Belum kenyang mencium aroma lezat, pesanan sudah tersaji di meja.

Baca juga: Dari Kampung Ini, Penjual Nasi Goreng Menyebar ke Berbagai Kota Besar

Kemudian cicipilah. Bumbu dalam mi dan nasi goreng begitu memanjakan lidah. Hal inilah yang membuat para pengunjung dari dalam dan luar negeri selalu berkunjung ke warung kecil ini.

“Konsumennya macam-macam. Ada anak sekolah, kuliahan, orang kantoran, pejabat seperti wali kota Bandung, sampai orang-orang luar negeri,” ujar Sani kepada Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 7 Nasi Goreng Terkenal di Jakarta, Pernah Coba?

Mereka, sambung Sani, kerap kembali ke tempatnya karena rasa nasi dan mi goreng warungnya tidak berubah sejak zaman Soekarno.

Itu pula yang membuatnya mempertahankan anglo (tungku arang) untuk memberikan aroma arang dalam masakannya.

“Penggunaan anglo juga membuat makanan cepat makan. Perbandingannya, jika menggunakan gas dapat 2 porsi, maka pakai anglo bisa 5 porsi,” ucapnya.

Sejak 1950

Sani mengatakan, usaha nasi dan mi goreng diturunkan dari sang ayah, Suyud. Suyud mulai berjualan dengan cara dipikul sejak tahun 1950.

Pada malam hari setelah siangnya menjadi buruh bangunan, Suyud biasanya keluar rumah memikul dagangannya berkeliling Kota Bandung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.