5 Jenis Kurma untuk Pilihan Oleh-Oleh Haji

Kompas.com - 23/08/2019, 12:10 WIB
Jajaran kurma yang bisa kamu temui di Pasar Tanah Abang Albert SupargoJajaran kurma yang bisa kamu temui di Pasar Tanah Abang

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim haji telah usai, itu berarti Indonesia akan kesibukan menyambut para jamaah yang kembali ke Tanah Air. Oleh-oleh khas Tanah Suci menjadi bawaan wajib para Jemmah dalam rangka merayakan kepulangan mereka ke Tanah Air.

Bermacam cemilan khas Arab Saudi pun jadi borongan, salah satunya kurma. Buah nan manis ini memang menjadi primadona buah tangan dari Timur Tengah. Harganya pun bermacam-macam, tergantung dari kualitas dan jenis kurma yang dibeli.

Baca juga: 5 Tips Berburu Oleh-Oleh Khas Tanah Suci di Tanah Abang

Untuk kamu yang ingin membeli cemilan ini, berikut KompasTravel merangkum 5 jenis kurma yang bisa jadi pilihan kamu untuk oleh-oleh haji:

Kurma AjwaAlbert Supargo Kurma Ajwa

1. Ajwa

Merupakan salah satu kurma yang berasal dari Madinah. Bentuk kurma ini juga lain dari pada kurma pada umumnya.

“Bentuknya lebih kecil dari pada yang lain. Warnanya juga cenderung lebih gelap, hampir berwarna hitam,” sebut Ali, salah satu pedagang kurma di Pasar Tanah Abang.

Kamu bisa membelinya Pasar Tanah Abang dengan kisaran harga Rp 35.000 - Rp 65.000/ kilogram (kg). Ali juga menyatakan bahwa mahal murahnya kurma tergantung kualitas dari buah tersebut.

Kurma KhadrawiDok. SpecialtyProduce Kurma Khadrawi

2. Khadrawi

Beda dengan kurma Ajwa yang berukuran kecil, jenis satu ini memiliki ukuran yang bervariatif, ada yang besar dan ada yang kecil. Terksur kenyal dan lengket merupakan ciri khas dari kurma jenis ini. Di toko oleh-oleh, biasanya para penjual akan menyebutnya sebagai kurma Iran.

Pergilah ke Pasar Tanah Abang, dan kamu bisa menemukan banyak penjual buah jenis ini. Disini, per satu kilogramnya dihargai Rp 30.000 - Rp 150.000. Berbeda toko, berbeda pula kualitas dan harga yang ditawarkan.

Kurma Deglet NourAlbert Supargo Kurma Deglet Nour

3. Deglet Noor

Ciri khas dari jenis satu ini adalah di dijual berserta tangkainya. Tekstur kurma ini cenderung lebih kering.

“Kalau yang ini, warnanya lebih kuning keemasan, rasanya juga gak semanis yang lain,” ujar Ali kepada KompasTravel, Rabu (21/8/2019). 

Di Pasar Tanah Abang, jenis satu ini terkenal dengan sebutan kurma Tunisia dan dibandrol dengan harga Rp 70.000 - Rp 90.000/kilogram (kg).

Kurma MedjoolAlbert Supargo Kurma Medjool

4. Medjool

Didatangkan langsung dari Amerika Serikat, salah satu dari beberapa jenis termahal di Indonesia. Tekstur dari kurma ini lebih legit dengan bentuk yang lebih besar dari yang lain. Rasa yang diberi pun manis dengan rasa asam yang minim.

Penjual kurma ini biasanya membandrol dengan kisaran harga Rp 180.000 - Rp 250.000/ kilogram (kg). 

Kurma El WahanaAlbert Supargo Kurma El Wahana

5. El Wahana

Biasanya disebut juga dengan kurma Mesir. Jenis ini memiliki cita rasa yang manis nan kenyal dengan tekstur yang lebih kasar dari yang lainnya. Rasanya juga cenderung lebih segar dari pada yang lain.

Pasar Tanah Abang menjual jenis kurma ini dengan harga Rp 25.000 - Rp 60.000/ kilogram (kg).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X