Ada Festival Betawi Kebong Bang Jaim Hari ini di Jakarta Pusat

Kompas.com - 24/08/2019, 13:46 WIB
Wisatawan mancanegara berpose dekat patung ondel-ondel dalam rangka Festival Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2014). Festival yang berlangsung hingga hari ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pentas seni budaya, hiburan musik, hingga bazar fashion, dan kuliner. KOMPAS/PRIYOMBODOWisatawan mancanegara berpose dekat patung ondel-ondel dalam rangka Festival Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2014). Festival yang berlangsung hingga hari ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pentas seni budaya, hiburan musik, hingga bazar fashion, dan kuliner.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengadakan Festival Kebon Bang Jaim 2019 selama dua hari pada 23-24 Agustus 2019. Acara ini merupakan pengganti dari Festival Jalan Jaksa yang diadakan rutin setiap tahun.

Kebon Bang Jaim sendiri merupakan akronim dari Kebon Sirih, Sabang, Jaksa, Wahid Hasyim. Kawasan ini dikenal sebagai pusat kuliner dan wisata di Jakarta Pusat.

“Mengambil momen bersamaan dengan Kemerdekaan RI, Festival Kebon Bang Jaim merupakan upaya kita untuk melestarikan dan mengidupkan kembali kebudayaan khas Betawi sebagai salah satu kekayaan Indonesia,” kata Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara sesuai siaran pers yang diterima KompasTravel, Sabtu (24/8/2019).

Mengusung tema “Pesona Kebon Bang Jaim”, festival ini menyajikan beragam kegiatan mulai dari bazar kuliner, pertunjukan seni budaya, fashion carnival, cosplay, pameran foto, hingga standup comedy. Selain itu ada Fun Run ‘Merah Putih’ untuk memeriahkan Kemerdekaan RI ke 74 pada Sabtu (24/8/2019) pagi.

Kolaborasi antar generasi akan mewarnai sepanjang festival ini. Pengisi acara terdiri dari generasi senior dan anak-anak muda yang membawakan lenong millennial, misalnya, modern dance, standup comedy, dan lainnya. Juga hadirnya Gambang Kromong, hingga penampilan dari OM OPR diharapkan dapat dinikmati oleh semua generasi dari berbagai kalangan.

Pekerja menyelesaikan pembuatan dodol di rumah produksi dodol nyonya Lauw di kawasan Tangerang, Banten, Senin (28/1/2019). Menjelang Imlek permintaan dodol betawi mengalami peningkatan tiga kali lipat dengan harga jual Rp53.000 per kilogramnya.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Pekerja menyelesaikan pembuatan dodol di rumah produksi dodol nyonya Lauw di kawasan Tangerang, Banten, Senin (28/1/2019). Menjelang Imlek permintaan dodol betawi mengalami peningkatan tiga kali lipat dengan harga jual Rp53.000 per kilogramnya.

“Selain menjadi ajang pesta rakyat, kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi festival tahunan yang selalu dinantikan oleh warga lokal dan wisatawan, termasuk anak muda” tutur Bayu.

Penampilan-penampilan ini dapat disaksikan di dua panggung, yaitu panggung utama di pertemuan antara Jalan Jaksa dan Jalan Wahid Hasyim, dan panggung kecil berada di Jalan Jaksa. Festival ini juga akan terbagi berdasarkan zona.

Terdiri dari zona kuliner yang berisi aneka jajanan khas Betawi hingga kuliner kekinian. Belasan hotel juga turut berpartisipasi dalam zona perhotelan. Tidak hanya kuliner khas Betawi, zona food truck akan diisi oleh makanan cepat saji dan ragam makanan menarik lainnya.

Selain itu, pengunjung juga dapat berbelanja pakaian di zona fashion. Beberapa komunitas turut berpartisipasi dan akan berkumpul di zona komunitas. Aneka kuliner khas Betawi seperti kerak telor hingga bir plethok dapat dijumpai di tengah-tengah Festival Kebon Bang Jaim.

Penampilan seni tak akan didominasi oleh kebudayaan Betawi saja, tapi juga daerah lain seperti Sumatera, Jambi, Jawa Barat, dan Kalimantan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X