Kompas.com - 29/08/2019, 06:53 WIB
US Prime Beef Sukiyaki Din dari Isshin. Kompas.com/Silvita AgmasariUS Prime Beef Sukiyaki Din dari Isshin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sukiyaki donburi atau disingkat menjadi sukiyaki don semakin mudah ditemui di Indonesia.

Banyak restoran ala Jepang di kota besar Indonesia yang menjual hidangan nasi dengan topping daging bumbu sukiyaki nan manis.

Untuk menyantap sukiyaki don agar tambah nikmat, ada cara tersendiri. Namun yang perlu kamu ketahui sebelumnya adalah makanan pelengkap sukiyaki don.

Biasanya selalu ada onsen egg (telur seperempat matang) dan saus sukiyaki.

"Untuk cara makan sukiyaki don ini ada beberapa cara. Untuk konsumen yang tidak suka nasi yang terlalu kering dapat menyiram dengan saus sukiyaki esktra dari mangkuk kecil," jelas manajer restoran sukiyaki don Isshin, Frederick di Mal Central Park, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Kuliner Jepang Kombinasi Sukiyaki dan Donburi Hadir di Jakarta

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Frederick menyarankan bagi tamu untuk mencicipi dahulu rasa saus sukiyaki dan menuangkan sedikit demi sedikit ke nasi. Jika dituang sekaligus, rasa nasi beresiko terlalu asin atau manis.

"Kami sendiri menyarankan untuk dagingnya saja yang dicelup ke saus ekstra," jelas Frederick.

Selanjutnya adalah telur onsen. Ada dua fungsi telur onsen bagi sukiyaki don. Pertama untuk memberi keseimbangan rasa dan yang kedua untuk menambah tekstur creamy pada nasi saat disantap.

Jika ingin memberi keseimbangan rasa, Frederick menyarankan konsumen untuk mencelup daging ke telur onsen terlebih dahulu kemudian ke saus sukiyaki. Dengan ini daging terasa lebih creamy dan berbumbu.

"Bagi yang tidak suka daging terlalu berbumbu bisa celupkan ke saus sukiyaki dulu, baru ke telur. Jadi rasanya diminimalisir dengan telur," kata Frederick.

Baca juga: Ini Tempat Menikmati Shabu-shabu dan Sukiyaki Sepuasnya di Tokyo

Cara terakhir adalah menyiram telur onsen ke mangkuk nasi, kemudian mengaduknya bersamaan dengan daging, tahu, serta jamur.

Semua ini bisa dilakukan sesuai selera konsumen. Jadi jangan segan untuk bereksperimen saat menyantap sukiyaki don untuk menimbulkan rasa yang berbeda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.