Tahun 2020, Usia Banjarnegara Jadi Lebih Tua 260 Tahun

Kompas.com - 29/08/2019, 08:07 WIB
Kawasan Candi Arjuna Dieng yang berselimut kabut pada Pagi Hari. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAKawasan Candi Arjuna Dieng yang berselimut kabut pada Pagi Hari.

BANJARNEGARA, KOMPAS.com – Biasanya, usia suatu daerah akan bertambah satu tahun saat peringatan hari jadinya. Namun tahun 2020 besok, Kabupaten Banjarnegara akan memperingati hari jadinya dengan usia 260 tahun lebih tua.

Selain usianya, tanggal peringatan Hari Jadi Banjarnegara juga berubah. Hal itu berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara tentang Hari Jadi Banjarnegara yang menetapkan hari jadi Banjarnegara jatuh pada tanggal 26 Februari.

Sebelumnya, Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara diperingati setiap 22 Agustus. Perubahan itu mulai berlaku sejak ditandatanganinya peraturan daerah tersebut pada Sidang Paripurna DPRD Banjarnegara Bulan Maret 2019 lalu.

Baca juga: FOTO: 5 Potret Keindahan Dataran Tinggi Dieng yang Berselimut Kabut

Perubahan ini didasarkan pada kajian terbaru yang menyatakan jika hari jadi Kabupaten Banjarnegara ternyata jatuh pada Senin Pon, 1 Syawal 987 Hijriyah atau 26 Februari 1571. Sebelum kajian tersebut, hari jadi Banjarnegara jatuh pada tanggal 22 Agustus 1831.

Oleh karena itu, Kabupaten Banjarnegara pada 2020 besok tidak akan merayakan hari jadinya yang ke-189, melainkan langsung menjadi 449 tahun atau 260 tahun lebih tua.

Berdasarkan Babad Kalibening

Perubahan tanggal hari jadi Kabupaten Banjarnegara itu didasarkan pada Babad Kalibening yang merupakan sejarah Banyumas.

Dikisahkan jika Sultan Pajang saat itu, Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir menobatkan Raden Joko Kaiman menjadi Adipati Wirasaba. Kadipaten ini merupakan cikal bakal Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, dan Cilacap.

Baca juga: Mengintip Telaga Warna Dieng yang Airnya Kerap Berubah Warna

Raden Joko Kaiman kemudian membagi Kadipaten Wirasaba menjadi empat, yakni Kadipaten Banyumas, Kadipaten Pamerden, Kadipaten Wirasaba, dan Kadipaten Banjar Petambakan.

Nama terakhir itulah yang saat ini menjadi Kabupaten Banjarnegara. Momen pembagian Kadipaten Wirasaba menjadi empat itu sekaligus menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Banjarnegara.

Candi Arjuna di Dieng, Banjarnegara.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Candi Arjuna di Dieng, Banjarnegara.

Menurut Kasi Pengelolaan Informasi Dinkominfo Kabupaten Banjarnegara, Khadir, berdasarkan Babad Kalibening, hari lahir Banjarnegara memang bersamaan dengan kabupaten-kabupaten lain di wilayah Banyumas.

“Ada empat kabupaten, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen itu hari lahirnya tidak jauh jaraknya. Sehingga begitu dikaji akhirnya ditemukan bahwa hari lahirnya ternyata di Bulan Februari juga,” ujar Khadir saat ditemui KompasTravel (04/08/2019) di Dieng.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X