5 Desa di Indonesia yang Terkenal dengan Penari dan Tariannya

Kompas.com - 31/08/2019, 07:00 WIB
Kisah desa penari menjadi topik terhangat di media sosial saat ini mengangkat kebudayaan tersembunyi khususnya seni tari dari berbagai desa di Indonesia. Dok. Traveling YukKisah desa penari menjadi topik terhangat di media sosial saat ini mengangkat kebudayaan tersembunyi khususnya seni tari dari berbagai desa di Indonesia.


JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia sendiri terdapat banyak desa yang kental dengan budaya aslinya, khususnya tarian.

Banyak tarian daerah yang muncul atau tercipta dari setiap desa. Mulai dari terciptanya tarian baru yang menjadi identitas desa maupun tarian dengan versi lain untuk menciptakan ciri khas desa tersebut.

Berikut KompasTravel himpun lima desa yang terkenal dengan para penari serta tariannya.

Tari Seblang dari Desa Olehsari, Banyuwangi, Jawa Timur.Dok. TIMURJAWA.com Tari Seblang dari Desa Olehsari, Banyuwangi, Jawa Timur.

1. Desa Olehsari dengan Tari Seblang

Tarian Seblang sudah ada sejak tahun 1963 di Desa Olehsari yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur.

Tarian ini bertujuan untuk membersihkan desa agar terhindar dari bahaya atau nasib buruk dan rutin digelar setiap tahunnya.

(Baca juga: Mistisnya Ritual Tari Seblang Bakungan di Banyuwangi...)

Tarian tersebut ditarikan oleh perempuan tua yang sedang kerasukan dengan dipandu oleh seorang pawang.

Penari yang wajahnya cenderung tertutup daun kelapa yang sudah dibentuk sedemikian rupa ini akan menari sendiri mengikuti irama musik.

Tak hanya itu, melainkan penari juga memperagakan kegiatan membajak sawah sambil menggendong boneka.

Tari Baris dari Desa Cempaga, Bali.Dok. Dinas Pariwisata Kab. Buleleng Tari Baris dari Desa Cempaga, Bali.
2. Desa Cempaga dengan Tari Baris 

Bali terkenal dengan daerah yang memiliki beragam tarian dan juga berbeda-beda versi sesuai dengan wilayahnya. Desa Cempaga adalah salah satu desa di Bali yang sangat kental dengan Tari Baris.

Tari Baris dilakukan oleh laki-laki dewasa yang diiringi dengan suara gamelan. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda gagah berani yang mempunyai sifat keprajuritan dan kepahlawanan.

(Baca juga: Foto 3D Tari Baris Jadi Daya Tarik Pengunjung Denpasar Festival)

Tari Baris sendiri mempunyai dua jenis, yaitu Jojor dan Dadap. Perbedaannya terletak pada jumlah penari dan makna tariannya.

Tari Jojor dilakukan oleh seorang penari dan memiliki makna prajurit gagah yang berada di medan pertempuran, sedangkan Tari Dadap dilakukan berkelompok dan mempunyai arti untuk menstabilkan ajaran kebaikan.

Tari Baksa Kembang dari Desa Barikin, Kalimantan Selatan.Dok. Kamera Budaya Tari Baksa Kembang dari Desa Barikin, Kalimantan Selatan.

3. Desa Barikin dengan Tari Baksa Kembang

Desa Barikin yang merupakan kiblat seni Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai tarian khas bernama Tari Baksa Kembang.

Tarian ini memiliki gerakan yang menggambarkan seorang remaja putri sedang bermain di taman bunga.

Kemudian bunga tersebut dirangkai hingga menjadi kembang bogam (gabungan mawar, melati, kantil dan kenanga).

Tarian ini biasanya dilakukan oleh seorang penari tunggal atau berkelompok dalam jumlah ganjil.

Tari Baksa Kembang ini bisa dilihat secara langsung karena sering ditampilkan di acara-acara besar, seperti kepentingan adat atau festival budaya di Kalimantan Selatan.

Tari Umbul dari Desa Situraja yang berkembang di Desa Pasireungit, Sumedang, Jawa Barat.Dok. Weweng Konsumedang Tari Umbul dari Desa Situraja yang berkembang di Desa Pasireungit, Sumedang, Jawa Barat.

4. Desa Situraja dengan Tari Umbul

Desa Situraja terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Desa ini terkenal dengan tariannya, yaitu Tari Umbul yang muncul sekitar tahun 1940-an.

Kemudian, Tari Umbul ini berkembang di Desa Pasireungit, Kecamatan Paseh melalui sebuah perkumpulan seni yang dinamakan Seni Umbul Pangreka Budi.

Tarian ini mempunyai ciri khas goyangan pinggul sehingga pernah dicekal pada tahun 1994. Setelah kejadian itu, gerakan yang mengandung unsur erotis pun dikurangi dan tarian ini kembali berkembang dengan baik.

Penari menggunakan kebaya, kain, selendang dan kacamata hitam. Dengan adanya sedikit gerakan pencak silat, tarian ini bermakna bahwa seorang perempuan harus bisa menjaga diri dengan ilmu bela diri.

Tari Seudati dari Desa Gigieng yang berkembang di Desa Didoh, Aceh.Dok. Kamera Budaya Tari Seudati dari Desa Gigieng yang berkembang di Desa Didoh, Aceh.

5. Desa Gigieng dengan Tari Seudati

Tari Seudati pada mulanya tumbuh Desa Gigieng lalu berkembang ke Desa Didoh, keduanya berada di Provinsi Aceh. Tarian ini termasuk salah satu tari tradisional Aceh yang dilestarikan dan menjadi kesenian pembinaan hingga ke tingkat Sekolah Dasar.

Fungsi dari tarian ini tidak hanya sebagai pertunjukan hiburan untuk rakyat, melainkan sebagai media dakwah untuk mengembangkan ajaran agama Islam.

Tari Seudati ditarikan oleh delapan orang pemuda yang terdiri dari satu orang pemimpin yang disebut syeikh, satu orang pembantu syeikh, dua orang pembantu di sebelah kiri yang disebut apeetwie, satu orang pembantu di belakang yang disebut apeet bak dan tiga orang pembantu biasa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X