Kompas.com - 31/08/2019, 13:07 WIB
Keindahan embun pagi di Lembah Wajur, Desa Wajur, Kecamatan Kuwus Barat, Flores, NTT, Selasa, (2/7/2019). Ini merupakan salah satu destinasi baru kawasan hamente Kolang. KOMPAS.com/MARKUS MAKURKeindahan embun pagi di Lembah Wajur, Desa Wajur, Kecamatan Kuwus Barat, Flores, NTT, Selasa, (2/7/2019). Ini merupakan salah satu destinasi baru kawasan hamente Kolang.

KOLANG, KOMPAS.com - Kedaluan atau Hamente Kolang di Kecamatan Kuwus dan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur sebagai pusat peradaban Minangkabau.

Letak geografis Hedaluan Kolang berada di Lembah Kolang. Menjelajahi Lembah Kolang sambil menggali sejarah orang Minangkabau sebagai nenek moyang orang Kolang yang berlayar dari Minangkabau-Warloka-Nangalili hingga tiba sejumlah perkampungan di Lembah Kedaluan Kolang.

Ada empat kampung yang memiliki bukti sejarah kedatangan orang Minangkabau di kedaluan Kolang ribuan tahun lalu di Flores Barat.

Pertama, Kampung (Beo) Teno, ada jejak Bukit Kolang yang disinggahi oleh orang Minangkabau dengan Nama Pesau di sekitar perkampungan tersebut.

Kedua, Kampung Lembah Kolang. Setelah menetap sementara di golo (bukit) Kolang di sekitar perkampungan Teno, orang Minangkabau itu menyusuri lembah-lembah dengan melewati Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Impor.

Kemudian mereka tiba di Kampung Lembah Kolang dan menetap ke perkampungan itu hingga meninggal dunia. Hingga saat ini, bukti kuburannya masih bisa dilihat.

Ketiga Kampung (Beo) Runa, berada di Lembah Kedaluan Kolang. Kampung Lembah Runa masih tersembunyi dari promosi dan publikasi luas di media massa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Situs jejak kaki laki-laki dan perempuan asal Minangkabau yang diukir di batu besar di perkampungan Runa, Desa Sukakiong, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Senin (5/8/2019). Ini bukti sejarah bahwa leluhur orang Runa berasal dari Minangkabau. Sepasang suami istri mengukir kaki mereka di batu. KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Situs jejak kaki laki-laki dan perempuan asal Minangkabau yang diukir di batu besar di perkampungan Runa, Desa Sukakiong, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Senin (5/8/2019). Ini bukti sejarah bahwa leluhur orang Runa berasal dari Minangkabau. Sepasang suami istri mengukir kaki mereka di batu.
Di balik kampung, lembah yang tersembunyi itu menyimpan harta sejarah yang mampu mengangkat kampung itu di tingkat nasional dan internasional.

Selama ini kampung Beo Lembah Runa yang diketahui oleh seputar orang Kolang dengan berbagai kisah-kisah sejarah yang masih tersimpan di bebatuan besar di sekitar perkampungan tersebut.

Bahkan, para arkeolog ditantang untuk menelusuri jejak-jejak sejarah yang terdapat di bebatuan itu dengan usia ribuan tahun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

Travel Tips
PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.