Catat! Waktu Terbaik Berburu Memek, Kuliner Khas Simeulue Aceh

Kompas.com - 01/09/2019, 20:37 WIB
Memek kuliner unik dari Simeulue, Aceh. SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA Memek kuliner unik dari Simeulue, Aceh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Memek, makanan khas Simeulue yang terbuat dari pisang, beras ketan, dan santan yang dihaluskan kemudian diberi gula dan garam.

Perpaduan bahan-bahan ini mampu menghadirkan cita rasa gurih dan manis yang mampu menggoyang lidah penikmatnya.

Kemudian taburan beras ketan yang sudah disangrai di atas adonan bubur membuat rasa memek semakin unik. Tak heran jika makanan ini kini masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Makanan ini dapat kamu temui jika berkunjung ke Aceh. Namun, kapan waktu terbaik untuk berburu memek?

Kepala Dinas Pariwisata da Kebudayaan Kabupaten Simeulue Abdul Karim mengatakan, memek kerap dihidangkan saat memasuki bulan Ramadhan.

Rasanya yang manis membuat memek sangat cocok dijadikan sebagai hidangan buka puasa. Pada saat bulan Ramadhan masyarakat setempat akan memasak memek dalam porsi yang lebih besar.

Jika berkunjung ke Aceh di luar bulan Ramadhan, kamu juga dapat menemukan memek di kafe-kafe yang terdapat di berbagai destinasi wisata sekitar Aceh.

"Hari ini memek dapat dijumpai di destinasi-destinasi wisata dalam sajian makanan khas, antara lain menek, rabaha batok, tabaha longon, sanggal batok, lompong batok, kule tafee, dan lainnya," ujar Karim saat dihubungi Kompas.com, Minggu (1/9/2019).

Meski demikian, ketersediaan memek tak akan sebanyak saat bulan Ramadhan.

"Masyarakat sekitar sini juga sering sengaja memasak Simeulue jika ada tamu. Jadi tidak hanya saat bulan Ramadhan saja," sebutnya.

Karim mengatakan, harga memek sangat terjangkau. Untuk 1 cup plastik memek kamu hanya cukup membayar Rp 5.000.

Bagaimana tertarik berburu memek?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X