Begini Cara Bikin Memek, Kuliner Khas Aceh yang Fenomenal

Kompas.com - 01/09/2019, 20:57 WIB
Proses pembuatan Kuah Beulangong, makanan khas Aceh yang disajikan gratis dalam Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 di Banda Aceh, Aceh, Rabu (11/5/2016). Pemerintah Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh menyelenggarakan Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 pada 10-12 Mei 2016 untuk semakin memperkenalkan kopi dan kuliner Aceh ke wisatawan. KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAHProses pembuatan Kuah Beulangong, makanan khas Aceh yang disajikan gratis dalam Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 di Banda Aceh, Aceh, Rabu (11/5/2016). Pemerintah Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh menyelenggarakan Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 pada 10-12 Mei 2016 untuk semakin memperkenalkan kopi dan kuliner Aceh ke wisatawan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini nama kuliner khas Pulau Simeulue, Memek tengah naik daun. Pasalnya, penganan yang hanya banyak ditemui di Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam ini telah dinobatkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Bagi kamu yang tinggal jaduh dari Aceh, tak ada salahnya mencoba memasak memek sendiri di rumah.

Selain bahannya mudah dicari, proses pembuatan memek sebenarnya cukup mudah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simeulue Abdul Karim mengatakan, memek terbuat dari bahan utama pisang, beras ketan, dan santan.

"Kemudian beras ketan digongseng (disangrai). Sementara itu, pisang matang dihancurkan hingga lumat tetapi masih ada teksur kasar," ujar Karim saat dihubungi KompasTravel, Minggu (1/9/2019).

Memek makanan khas Aceh yang dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda IndonesiaDok. Panitia PKA VII/DISPBUDPAR ACEH Memek makanan khas Aceh yang dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia
Karim mengatakan, biasanya masyarakat sekitar menggunakan pelepah pisang untuk menghancurkan pisang.

Pisang yang sudah dihaluskan lalu diberi santan yang sudah dipanaskan sebelumnya. Kemudian diberi penambah rasa berupa gula dan garam.

Terakhir, diberi taburan beras ketan sangrai. Perpaduan bahan-bahan ini membuat memek memiliki cita rasa dan teksurnya yang sangat unik.

Di daerah asalnya, memek kerap disajikan sebagai hidangan buka puasa saat bulan Ramadhan tiba. Rasanya yang manis dan guruh, serta teksturnya yang cukup halus membuatnya cocok dikonsumsi setelah seharian berpuasa.

Biasanya memek akan dijual dengan harga Rp 5.000 setiap porsinya. Penganan ini dapat dengan mudah ditemui di sekitar destinasi wisata di Aceh.

Tak hanya dari segi rasa, nama makanan ini juga tergolong unik. Dalam bahasa pergaulan sehari-hari di Jakarta, kata "memek" diartikan sebagai organ intim wanita. Namun, artinya berbeda jika di Aceh, terutama Simeulue.

Karim mengatakan, memek berasal dari bahasa setempat, mamemek yang berarti mengunyah beras.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X