Perbedaan dan Informasi tentang Kelas dan Sub Kelas di Kereta Api PT KAI

Kompas.com - 05/09/2019, 13:10 WIB
Suasana di dalam gerbong sleeper kelas luxury yang mulai dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggunakan kereta Argo Bromo Anggrek tujuan Jakarta-Surabaya, di Stasiun Kota, Jakarta, Selasa (12/6/2018). Dengan harga tiket Rp 900 ribu, penumpang mendapatkan pelayanan kelas bisnis di pesawat yaitu kursi tunggal yang dapat direbahkan 170 derajat, sandaran kaki, hingga TV 12 inchi dengan headset. TRIBUNNEWS/HERUDINSuasana di dalam gerbong sleeper kelas luxury yang mulai dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggunakan kereta Argo Bromo Anggrek tujuan Jakarta-Surabaya, di Stasiun Kota, Jakarta, Selasa (12/6/2018). Dengan harga tiket Rp 900 ribu, penumpang mendapatkan pelayanan kelas bisnis di pesawat yaitu kursi tunggal yang dapat direbahkan 170 derajat, sandaran kaki, hingga TV 12 inchi dengan headset.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta api menjadi sarana transportasi populer di Indonesia. Harganya yang cenderung murah dan waktu tempu yang terkalkulasi, membuat sarana transportasi massa ini dipilihi oleh masyarakat Indonesia.

Lila selaku layanan kontak center PT KAI, menjelaskan tipe kelas yang dipunyai PT KAI yang dibagi menjadi tiga yakni Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi.

Untuk kelas Ekonomi, kelas dibagi lagi menjadi dua subsidi dan komersil.

"Untuk kelas subsidi, kapasitas penumpangnya 106 dan bangkunya tersambung untuk tiga orang. Sedangkan untuk komersil, hanya dibagi menjadi 64-80 bangku yang berhadapan di tengah," jelas Lila saat diwawancarai KompasTravel, Rabu (4/9/2019).

Ia juga menyatakan AC yang digunakan berbeda di dua kelas ini.

"Untuk kelas subsidi, AC yang digunakan jenis split, sedangkan komersil menggunakan AC central," jelas Lila.

Kesamaan dari semua varian kelas ini adalah ruangannya yang ber-AC, bebas asap rokok dan tidak boleh dimasuki oleh pedagang barang apapun.

Dirangkum dari wawancara KompasTravel dengan PT KAI, perbedaan tiga kelas ini dapat dilihat dari :

1. Harga

Umumnya harga tiket termurah dipegang oleh kelas ekonomi, sedangkan harga kelas eksekutif jauh lebih mahal dari ekonomi.

"Untuk harga tergantung dari hari dan tanggal pemesanan, yang pasti semakin naik kelasnya, semakin mahal harganya," jelas Lila.

2. Fasilitas

biasanya kelas ekonomi hanya menyediakan stop kontak saja, berbeda dengan fasilitas kelas eksekutif yang menyediakan AC, TV, meja makan, reclining seat, rotary seat, stop kontak.

"Jumlah tempat duduk semakin naik kelasnya akan semakin sedikit. Jadi ruang penumpang untuk bergerak akan semakin leluasa," jelas Lila.

3. Lama tempuh

Dengan perhentian yang lebih sedikit, kereta eksekutif memiliki waktu tempuh yang lebih cepat dari pada kelas ekonomi

4. Spesifikasi tempat duduk

Kereta ekonomi memiliki kursi sambung yang diisi dengan 2-3 orang. Untuk kelas bisnis ke atas, kursi terbagi menjadi dua sehingga ruang duduk menjadi lebih leluasa. Semakin naik kelas dari kereta, semakin nyaman dan fleksibel pula tempat duduk yang diberi.

Pembagian Sub Kelas

Selain kelas, terdapat pula pembagian sub kelas pada kereta. Pada dasarnya, sub kelas adalah zona tempat duduk dalam kereta. "PT KAI membuat hal ini agar penumpang bisa lebih fleksibel menentukan bangku yang ingin ia duduki," ucap Lila.

Walaupun tak ada perbedaan fasilitas antara sub kelas, ternyata hal ini menentukan harga tiket kereta.

“Sub kelas biasanya dibagi dengan lambang huruf. Untuk eksekutif: A, H, I, J, X , bisnis: B, K, N, O, Y dan ekonomi : C, P, Q, S, Z," ” jelas Lila.

Biasanya abjad lebih dulu menandakan harga yang lebih mahal, A memiliki harga termahal dibanding P dan Z memiliki harga termurah.

Selain itu ia juga menjelaskan perbedaan dari sub kelas ini.

"Untuk nominal pasti sub kelas ini, tidak ada acuan pasti cara penghitungan.Bisa saja di tanggal tertentu tidak ada sub kelas, harga semua bangku sama," jelas Lila. 

"Biasanya yang dekat pintu akan mendapat harga yang lebih rendah. Letak gerbong juga berpengaruh dengan harga, biasanya gerbong ditengah lebih mahal dari gerbong di belakang. Biasanya sub kelas yang lebih dekat dengan gerbong restoransi (ruang makan) harganya lebih mahal," sebut Lila.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X