Kompas.com - 06/09/2019, 11:43 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri pembukaan ajang Sanur Village Festival 2019 di Pantai Matahari Terbit, Bali, Rabu (21/8/2019). Dok. Humas Kementerian PariwisataMenteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri pembukaan ajang Sanur Village Festival 2019 di Pantai Matahari Terbit, Bali, Rabu (21/8/2019).

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengaku sumringah melihat indeks daya saing pariwisata Indonesia versi World Economic Forum (WEF) naik.

Lembaga dunia tersebut menaikkan dua posisi Indonesia dalam kategori Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) pada 2019.

"Alhamdulillah, setelah sebelumnya di posisi ke-42 menjadi ke-40 dari 140 negara," ucap dua sesuai keterangan rilis yang Kompas.com terima, Jumat (6/9/2019).

Kenaikan ini menjadi berkesan bagi Menpar mengingat persaingan pariwisata global yang dinilainya sangat ketat.

Baca juga: Pentingnya Pengembangan SDM untuk Kemajuan Pariwisata Indonesia

“Setelah tahun 2013-2014 peringkat 70 dunia, naik ke posisi 50 pada 2015, naik lagi peringkat 42 pada 2017, dan ke-40 di tahun ini,” ungkap Menpar.

Dalam peringkat baru tersebut, untuk kawasan Asean, Singapura turun 5 peringkat menjadi posisi ke-17 dunia, Malaysia juga turun 3 peringkat menjadi ke-26.

Sementara itu, Thailand naik 3 tingkat menjadi 31 dan Vietnam naik 4 peringkat menjadi 63.

Indikator penilaiannya pun bukan kaleng-kaleng, data pertimbangan TTCI diambil dari berbagai sumber.

Baca juga: Hadapi Era Industri 4.0, Kemenpar Akan Tingkatkan SDM Pariwisata

Antara lain United Nation World Tourism Organization (UNWTO) serta tokoh-tokoh terpercaya dan independen.

Kerja keras bangun SDM

Pencapaian ini, lanjut Menpar, dilakukan dengan kerja keras dan dedikasi tinggi.

Di antaranya dengan menimba ilmu dari sejumlah negara maju dan membangun sumber daya manusia (SDM) melalui enam kampus pariwisata yang dikelola Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Enam kampus yang dimaksud adalah Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, STP Nusa Dua Bali, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Poltekpar Lombok, Poltekpar Medan dan Poltekpar Makassar.

Baca juga: Infrastruktur Berperan Penting untuk Kemajuan Pariwisata

Menpar berujar, lulusannya keenam kampus tersebut langsung terserap pasar, bahkan 30 persen di antaranya bekerja di sektor pariwisata luar negeri.

"Seluruhnya dibekali Curricullum, Center of Excellent, Certification (3C) standar dunia bekerjasama dengan UNWTO. Tenaga pengajarnya juga kompeten dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori," lanjut Menpar.

Selain itu, pengembangan wisata berkelanjutan juga menerapkan konsep environment, community dan economic value (ECE), sebuah konsep yang memperhatikan faktor lingkungan.

"Secara riil kami juga harus berkolaborasi dengan Kementerian dan lembaga lain, untuk menjaga lingkungan," terang Menpar.

Ke depan Menpar berharap, melalui ragam upaya ini dapat membuat Indonesia berada diposisi 30 besar dunia.

"Kami akan terus berusaha membuat semua pilar berjalan semakin baik,” tutup Menpar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.