Liburan Jepang Lebih Baik Pakai Paspor Elektronik, Berikut Alasannya dan Cara Mengurus Visa ke Jepang

Kompas.com - 06/09/2019, 20:45 WIB
Ilustrasi visa Jepang. ShutterstockIlustrasi visa Jepang.

KOMPAS.com - Untuk kamu yang ingin berwisata ke Jepang, sekarang memasuki Jepang sudah bebas visa bagi warga negara Indonesia yang memegang paspor elektronik.

Pada dasarnya visa adalah tanda bukti 'boleh berkunjung' yang diberikan pada penduduk suatu negara jika memasuki wilayah negara lain.

“Sebenarnya bukan bebas visa, tapi bisa mengajukan visa wavier untuk bukti kunjungan bebas visa,” ujar Saefudin Zuhri selaku Divisi Dokumen HIS Travel saat diwawancarai KompasTravel, Kamis (5/9/2019).

Visa waiver ini adalah semacam bukti bahwa kita telah melapor ke Kedutaan Besar Jepang kalau akan mengunjungi negaranya.

Baca juga: Apa Bedanya Bikin Visa Jepang di Kedubes dan dan Visa Application Centre?

Kamu bisa lebih leluasa untuk keluar masuk Jepang dengan adanya visa ini.

“Visa Waiver berlaku selama tiga tahun dengan masa tinggal di Jepang maksimal 15 hari,” ujar Saefudin Zuhri yang akrab dipanggil Udin.

Untuk pengajuan visa ini, kamu harus mengikuti beberapa regulasi yang berlaku.

Dilansir dari halaman resmi kedutaan Jepang di Indonesia emb-japan.go.jp, visa ini dikhususkan untuk kamu dengan agenda kunjungan singkat (wisata, bisnis, kunjungan keluarga, kunjungan teman, atau kunjungan singkat lainnya), waktu yang diberi oleh pemerintah maksimal 15 hari kunjungan dengan masa berlaku tiga tahun.

Pembuatan visa ini memakan waktu dua hari kerja (hasil proses diserahkan hari berikutnya) atau 5 hari kerja di Japan Visa Application Centre (JVAC).

Untuk mengurus visa waiver ke Jepang, kamu harus mengikuti beberapa tata cara pengajuan :

1. Pemohon atau perwakilan pemohon membawa paspor elektronik dan formulir aplikasi  ke Kantor Kedutaan Besar Jepang/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat di Indonesia untuk diregistrasi.

2. Kedutaan/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat akan menerima berkas permohonan, melakukan proses registrasi, menempelkan stiker bebas VISA, dan menyerahkannya pada pemohon kembali.

Baca juga: Begini Prosedur Pengajuan Visa Jepang di Japan Visa Application Centre

3. Yang bersangkutan dapat melakukan perjalanan ke Jepang untuk durasi tinggal maksimal 15 hari, berkali-kali hingga masa berlaku stiker tersebut habis tanpa perlu melakukan registrasi lagi di tiap kali perjalanan.

4. Bagi pemohon bebas visa yang tidak dikabulkan permohonannya, harus melakukan permohonan visa seperti biasa.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus dipatuhi oleh para pemegang visa waiver, antara lain:

1. WNI pemegang paspor selain paspor elektronik tetap memerlukan visa untuk masuk ke Jepang.

Bebas visa hanya berlaku untuk kunjungan maksimal 15 hari, dan bila berencana untuk tinggal lebih dari 15 hari, atau bertujuan bekerja di Jepang, wajib mengajukan permohonan visa dengan mengikuti peraturan yang berlaku.

2. Bila ada penggantian paspor atau perubahan nama di paspor, wajib melakukan registrasi kembali dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.

3. Harap memperhatikan masa berlaku registrasi bebas visa, yaitu 3 (tiga) tahun atau hingga batas akhir berlaku paspor (bila masa berlaku paspor kurang dari 3 tahun).

Baca juga: Kini, Turis Indonesia Bisa Urus Visa Jepang di Lotte Shopping Avenue

4. Bagi pemilik paspor elektronik yang tidak dapat menyertakan paspor lamanya, wajib melampirkan surat dari lembaga berwenang yang dapat menerangkan alasannya pada saat kamu mengajukan registrasi di Kedubes Jepang/ Konjen Jepang/ Kantor Konsulat Jepang/ JVAC.

5. Jika setelah registrasi bebas visa Jepang kamu membuat paspor elektronik baru sebelum habis masa berlaku paspor lama, kamu dapat mengajukan registrasi bebas visa dengan membawa paspor elektronik lama dan paspor elektronik baru.

6. WNI pemegang paspor elektronik yang masuk ke Negara Jepang tanpa melakukan registrasi bebas visa sebelumnya, akan dicekal di Bandara Jepang. Karena itu, registrasi ini wajib dilakukan sebelum keberangkatan.

Namun, perlu kamu ketahui, visa waiver merupakan rekomendasi yang diberikan kepada warga negara asing untuk dapat masuk ke negara Jepang dan bukan berarti izin mutlak atau jaminan untuk dapat masuk ke negara Jepang.

Keputusan terakhir untuk dapat masuk atau tidak ke negara Jepang akan diberikan oleh pihak Imigrasi Jepang pada saat mendarat di Jepang.

Selain visa waiver, penguna paspor elektronik juga mendapat keuntungan lain.

“Untuk pengguna paspor elektronik (e-paspor), jika ada rencana berangkat ke luar negeri akan ada jalur autogate dimana pengguna dapat menghindari antrian yang panjang,” ujar Udin.

Ia juga menjelaskan pengguna paspor elektronik akan lebih mudah mendapat visa yang diinginkan.

“Hal ini membantu dari sisi travel agent untuk memutuskan guarantee booking hotel atupun tiket untuk perjalanan suatu group tour,” ujar Udin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X