Kompas.com - 08/09/2019, 17:15 WIB
Monyet bali ekor panjang di Monkey Forest, Ubud. Kompas.com/Silvita AgmasariMonyet bali ekor panjang di Monkey Forest, Ubud.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu obyek wisata ternama di Ubud adalah Monkey Forest Ubud. Di sini wisatawan dapat bertemu dengan monyet-monyet yang menggemaskan.

Namun baiknya sebelum berkunjung ke Monket Forest Ubud ketahui dulu peraturan yang berlaku, sebab kawasan ini juga termasuk kawasan sakral umat Hindu Bali.

Berikut adalah empat tips wisata ke Monkey Forest Ubud, di Gianyar Bali:

1. Cara ke Monkey Forest dari Bandara Ngurah Rai

Perjalanan ke Ubud dapat ditempuh berkendara selama 1,5 -2 jam (tergantung kemacetan) jika dari Bandara Ngurah Rai.

Jika ingin menghemat biaya, kamu dapat menumpang Kura Kura Bus yakni travel nyaman di Bali.

Dari Bandara Ngurah Rai pergilah menuju DFS T Galleria Bali di Jalan By Pass Ngurah Rai, di sana adalah halte pusat Kura Kura Bus.'

Baca juga: Viral, Video Ini Ungkap Cara Monyet Selfie di Bali

Beli tiket menuju Ubud, sekitar Rp 80.000 sekali jalan dari halte DFS. Ketika sampai Ubud, Kura Kura Bus akan berhenti di beberapa titik salah satunya Monkey Forest.

Jika kamu sudah berada di Ubud, Monkey Forest juga punya mobil shuttle tersendiri yang berkeliling Ubud.

Cara menaikinya hanya perlu berada di halte yang telah disediakan. Mobil shuttle ini terbuka dengan warna hijau mencolok, tidak dipungut biaya atau gratis bagi wisatawan.

2. Beli tiket di loket

Monkey Forest Ubud punya beberapa gerbang masuk. Di sana wisatawan dapat membeli langsung tiket kepada petugas loket.

Harga tiket orang dewasa per September 2019 adalah Rp 80.000, sedangkan anak-anak Rp 60.000.

Baca juga: Video Cara Monyet Selfie Diambil di Monkey Forest Ubud Bali

Waktu operasional dari pukul 08.30-18.00 Wita. Namun tiket terakhir dijual pukul 17.30 Wita.

3. Taati peraturan yang ada

Wisatawan dan monyet di Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali.KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Wisatawan dan monyet di Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali.

Meskipun tampak menggemaskan jangan mencoba berinteraksi dengan monyet apalagi sampai menggangu monyet.  Kecuali jika monyet yang menghampiri dan coba berinteraksi.

Bagaimanapun monyet di Monkey Forest adalah monyet liar. Namun jangan juga khawatir, monyet di Monkey Forest terkenal tidak suka iseng dan suka dengan anak-anak.

Ada banyak papan peratruan tertulis dalam berbagai bahasa yang ditempatkan di Monkey Forest Ubud untuk menjamin keselamatan serta kenyamanan pengunjung dan monyet.

4. Monkey Forest Ubud nerupakan tempat sakral

Kawasan hutan Monkey Forest Ubud adalah tempat yang dianggap sakral dan menjadi tempat peribadatan umat Hindu Bali. Jadi jangan berkelakukan atau berkata tidak senonoh.

Baca juga: Bikin Foto Liburan Monyet Selfie di Monkey Forest Ubud, Begini Caranya

Beberapa waktu sebelum juga viral kasus turis asing yang berlaku tidak senonoh di kawasan pura Monkey Forest Ubud dan mendapat ganjaran adat.

5. Jangan sungkan minta bantuan pawang

Jika kamu mengalami kesulitan, bingung, atau merasa takut dengan monyet jangan sungkan minta bantuan pawang.

Ada banyak pawang yang berjaga di kawasan Monkety Forest Ubud yang siap membantu pengunjung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Mana Favoritmu?

5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Mana Favoritmu?

Jalan Jalan
Kenapa Gunung Lawu Dianggap Sebagai Gunung yang Ramah Pendaki Pemula?

Kenapa Gunung Lawu Dianggap Sebagai Gunung yang Ramah Pendaki Pemula?

Jalan Jalan
Asyik, Danau Maninjau Akan Punya Cable Car

Asyik, Danau Maninjau Akan Punya Cable Car

Travel Update
Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Tiket Pendakian Gunung Lawu via Cemara Sewu akan Bisa Dibeli Online

Travel Update
Pendaki Pemula Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pendamping, Bagaimana dengan Jalur Lain?

Pendaki Pemula Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pendamping, Bagaimana dengan Jalur Lain?

Travel Update
Aturan Baru Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar, Pemula Wajib Didampingi

Aturan Baru Pendakian Gunung Lawu via Karanganyar, Pemula Wajib Didampingi

Travel Update
Perancis Akan Sambut Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Covid-19

Perancis Akan Sambut Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Covid-19

Travel Update
Aktivitas Seru di Telaga Batu Bogor, Berenang hingga Trekking

Aktivitas Seru di Telaga Batu Bogor, Berenang hingga Trekking

Jalan Jalan
15 Pulau Terbaik untuk Pensiun Tahun 2021, Ada dari Indonesia

15 Pulau Terbaik untuk Pensiun Tahun 2021, Ada dari Indonesia

Travel Tips
Periode Lebaran 2021, Penjualan Tiket Garuda Indonesia Turun 40 Persen

Periode Lebaran 2021, Penjualan Tiket Garuda Indonesia Turun 40 Persen

Travel Update
4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Turki untuk Pemula

4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Turki untuk Pemula

Travel Promo
Larangan Mudik, Tren Staycation di Hotel Diprediksi Meningkat Lagi

Larangan Mudik, Tren Staycation di Hotel Diprediksi Meningkat Lagi

Travel Update
Mudik Dilarang, Pegipegi Siapkan Strategi Spesial Lebaran 2021

Mudik Dilarang, Pegipegi Siapkan Strategi Spesial Lebaran 2021

Travel Promo
Mudik Dilarang, Tempat Wisata di Nganjuk Dipastikan Tetap Buka

Mudik Dilarang, Tempat Wisata di Nganjuk Dipastikan Tetap Buka

Travel Update
Rencana Rute Penerbangan Baru Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara

Rencana Rute Penerbangan Baru Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X