Kompas.com - 08/09/2019, 19:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pagelaran Nilai Tradisi Sejarah Fatahillah yang diadakan di Kawasan Kota Tua Jakarta menarik antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke pagelaran tersebut pada Minggu (7/9/2019).

Hal ini terlihat dari ramainya pengunjung yang berkumpul di panggung megah yang terletak di depan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah.

Pengunjung yang duduk di Kawasan Kota Tua Jakarta pada acara Pagelaran Nilai Tradisi Sejarah Fatahillah.KOMPAS.com / NI PUTU DINANTY Pengunjung yang duduk di Kawasan Kota Tua Jakarta pada acara Pagelaran Nilai Tradisi Sejarah Fatahillah.
Tidak hanya mereka yang berdiri menunggu di depan panggung, banyak juga yang duduk-duduk melepas lelah atau berfoto sambil menunggu acara puncak, yaitu drama kolosal tradisional Fatahillah.

“Awalnya saya iseng ke sini bersama anak dan suami tapi setelah tahu ada drama kolosal jadi antusias mau nunggu dan nonton," ujar Sulis (41), salah satu pengunjung Pagelaran Nilai Tradisi Sejarah Fatahillah.

Sulis menambahkan bahwa acara pagelaran ini dapat menjadi tempat edukasi untuk anak-anak hingga dewasa yang belum cukup mengenal budaya Betawi dan sejarah mengenai Jakarta.

Stand-stand yang berada di pagelaran itu juga ramai dikunjungi pengunjung. Pengunjung dapat melihat beberapa koleksi museum dan mencoba membuat karya seni, seperti membatik, kerajinan gerabah dan membuat wayang dari anyaman daun kelapa.

Salah satu stand museum yang ramai dikunjungi oleh pengunjung pagelaran.KOMPAS.com / NI PUTU DINANTY Salah satu stand museum yang ramai dikunjungi oleh pengunjung pagelaran.

Jika pengunjung melewati kesempatan itu, mereka bisa datang langsung ke museum yang dibuka setiap Selasa sampai Minggu untuk mencoba pengalaman membuat karya seni tersebut.

Beberapa spot foto menarik pun juga ramai oleh pengunjung yang bergantian ingin mengabadikan momen pagelaran itu.

Salah satu spot foto yang ramai dikunjungi pengunjung pagelaran.KOMPAS.com / NI PUTU DINANTY Salah satu spot foto yang ramai dikunjungi pengunjung pagelaran.

Puncak acara Pagelaran Nilai Tradisi Sejarah Fatahillah akan diisi dengan drama kolosal yang dimainkan oleh lebih dari 150 orang. Drama kolosal ini akan menceritakan kisah perjalanan Pangeran Fatahillah melawan penjajah Batavia dan perannya dalam perebutan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan ini dikemas secara unik dan atraktif, serta mengandung unsur edukatif sehingga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Supaya dapat mengenal lebih jauh tentang sejarah Jakarta dan Fatahillah itu sendiri,” tutur Edy Junaedi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Travel Tips
Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.