8 Tempat Wisata dari Lagu Didi Kempot, Bikin Ambyar

Kompas.com - 09/09/2019, 14:07 WIB
Panorama matahari terbit di Embung Nglanggeran. KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRIPanorama matahari terbit di Embung Nglanggeran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Galau bisa terjadi di mana saja, termasuk di tempat wisata. Itulah yang ditangkap dari lagu ciptaan musisi Didi Kempot.

Tempat wisata memang rawan banjir kenangan, yang beresiko membuat banjir air mata. Yuk coba berkunjung ke delapan tempat wisata yang terinspirasi dari lagu-lagu Didi Kempot berikut:

1. Stasiun Balapan

Stasiun Balapan merupakan salah satu lagu Didi Kempot di album perdananya, yang juga bernama Stasiun Balapan.

Baca juga: Berakhir Pekan di Solo dan Yogyakarta, Coba Ikuti Itinerary Wisata Ini

Dalam lagu ini, Didi Kempot mengisahkan tentang seorang kekasih yang mengantarkan pujaan hatinya ke Stasiun Balapan. Namun sang kekasih itu tak pernah kembali semenjak mereka berpisah di sana.

Bagian dalam bangunan utama Stasiun Balapan di Solo merupakan perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa. Bangunan ini merupakan karya arsitek Belanda, Thomas Karsten. *** Local Caption *** Editorial Use Only
IWAN SETIYAWAN (SET) Bagian dalam bangunan utama Stasiun Balapan di Solo merupakan perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa. Bangunan ini merupakan karya arsitek Belanda, Thomas Karsten. *** Local Caption *** Editorial Use Only

Stasiun Balapan berlokasi di Kestalan, Solo dan didirikan tahun 1873. Sampai saat ini stasiun masih berfungsi dan mengalami pemugaran untuk mengikuti zaman.

2. Terminal Tirtonadi

Lagi-lagi di lagu Terminal Tirtonadi, berkisah tentang seseorang yang mengantar kekasihnya pergi, tapi yang diantar tidak kunjung pulang.

Tirtonadi merupakan terminal terbesar di Kota Solo dengan kelas A. Terminal ini jadi andalan bagi warga Solo dan sekitar untuk menumpang bus AKAP. Tirtonadi juga terkenal sebagai titik keberangkatan atau titik sampai bus-bus super eksekutif.

3. Pasar Klewer

Di lagu Pasar Klewer Didi Kempot tak menulis lirik galau. Ia justru bercerita tentang pasar yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dengan berbagai latar belakang. Bahkan ia memporomosikan Pasar Klewer dengan lirik:

"Ning pasar klewer kutho solo, kowe rugi tiwas teko ora blonjo, pasare komplet tenan, pingin opo ning kono mesti ono," yang artinya di Pasar Klewer lengkap sekali, ingin apa ada di sana rugi jika tidak datang belanja.

Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/6/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/6/2018).

Pasar Klewer adalah pasar tekstil terbesar di Solo. Sejarah Pasar Klewer dimulai sejak zaman penjajahan Jepang, dahulu merupakan tempat perhentian kereta api. Di sana ramai orang berjualan.

Baca juga: Tak Cuma Belanja, 5 Aktivitas Asyik Ini Bisa Dilakukan di Pasar Klewer Solo

4. Gunung Api Purba Ngalanggeran

Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.

Gunung Api Purba Nglanggeran dalam lagu Didi Kempot berjudul “Banyu Langit”. Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang mengingat kenangannya dengan sang kekasih saat berada di Gunung Nglanggeran.

Sang kekasih pergi, namun pada akhirnya, seperti lagu-lagu Didi Kempot yang sebelumnya, kepergian sang kekasih diakhiri pengingkaran janji lantaran ia tak pernah kembali lagi.

Baca juga: Menikmati Syahdunya Petang di Embung Nglanggeran, Gunungkidul

Gunung Api Purba Nglanggeran, merupakan gunung yang ada di wilayah Gunungkidul. Gunung ini memiliki ketinggian yang tidak terlalu tinggi, cocok untuk para pendaki pemula.

Di dekat Gunung Api Purba Nglanggeran, terdapat beberapa tempat wisata lain seperti Embung Nglanggeran, Kampung Pitu maupun Air Terjun Kedung Kandang.

5. Malioboro

Trotoar di sisi timur Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (14/4/2016) petang.KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Trotoar di sisi timur Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (14/4/2016) petang.

Jalanan Malioboro Jogja tak luput dari sasaran “sakit hatinya” Didi Kempot. Di sana seseorang terlanjur menyerahkan cintanya pada sang pujaan hati ketika keduanya berada di depan Hotel Malioboro.

Baca juga: 5 Tips Belanja Murah di Malioboro Yogyakarta

Sayangnya, ia yang menawarkan cinta, dan berjanji setia justru berkhianat dan hanya meninggalkan luka.

Untuk mengurangi galau saat berkunjung ke Jalan Malioboro bisa berwisata belanja, naik andong, dan mencicipi kuliner khas Yogyakarta yang dijual sepanjang jalan.

6. Pantai Klayar Pacitan

Masih seputar janji yang terkhianati, lirik lagu Pantai Klayar, Didi Kempot juga tak kalah merananya. Berkisah tentang seseorang yang berjanji di Pantai Klayar, namun pada akhirnya ia pergi dan tak pernah kembali lagi. Berakhir Pantai Klayar menyimpan seribu kenangan

Keindahan Pantai Klayar dari Atas BukitKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Keindahan Pantai Klayar dari Atas Bukit

Pantai Klayar sendiri merupakan pantai berpasir luas di Pacitan dengan bebatuan karang yang artistik. Pasir putih yang halus siap menyambut wisatawan. Jika ingin lebih galau, datanglah ke Pantai Klayar untuk berburu pemandangan matahari terbenam.

Baca juga: Pantai Klayar, Taman Bumi nan Eksotik

7. Jalan Tembus Karanganyar-Magetan

Syahdunya alam kawasan jalan tembus Karanganyar – Magetan juga terlukis di lagu Didi Kempot yang berjudul Dalan Tembus. Meskipun pemandangannya indah, tampaknya bukan Didi Kempot kalau belum menyelipkan perasaan merana. Lagu ini juga menceritakan tentang seseorang yang mengingat lagi kenangannya yang telah berlalu di jalan tersebut.

Jalanan di sekitaran Cemoro Sewu yang menghubungkan Karanganyar dengan Magetan, menghadirkan pemandangan pohon-pohon tinggi seperti pohon pinus. Setiap pagi, kawasan ini diselimuti kabut, terlihat indah dan menyejukkan. Alamnya yang masih asri, membuat suara burung-burung pagi kerap terdengar berkicau.

Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat melintas di Jembatan Suramadu.KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Sejumlah pengendara roda dua dan roda empat melintas di Jembatan Suramadu.

8. Jembatan Suramadu

Di Jembatan Suramadu, Didi Kempot berkisah mengenai kerinduan seseorang. Jembatan Suramadu sendiri adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura memiliki panjang 5.438 meter.

Baca juga: 6 Rekomendasi Aktivitas di Jembatan Suramadu

Pada sore dan malam hari, pemandangan Jembatan Suramadu tampak begitu syahdu nan romantis. Banyak orang sengaja menepikan kendaraan utnuk menikmati pemandangan, bisa juga mengenang kisah masa lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X