Status Bencana di Daerah Wisata Berpengaruh Terhadap Kunjungan Wisatawan

Kompas.com - 09/09/2019, 19:48 WIB
Gunung Agung mengeluarkan asap terlihat dari Denpasar, Bali, Jumat (22/2/2019). Terjadi dua kali letusan Gunung Agung pada Jumat (22/2/2019) pukul 16.31 Wita dan 17.01 Wita yang mengeluarkan asap kawah hingga setinggi 700 meter. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww. FIKRI YUSUFGunung Agung mengeluarkan asap terlihat dari Denpasar, Bali, Jumat (22/2/2019). Terjadi dua kali letusan Gunung Agung pada Jumat (22/2/2019) pukul 16.31 Wita dan 17.01 Wita yang mengeluarkan asap kawah hingga setinggi 700 meter. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Status bencana di daerah wisata berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam acara Sosialisasi Manajemen Krisis Kepariwisataan di Kementerian Pariwisata, Jakarta Senin (9/9).

“Hati-hati saat menetapkan status bencana, dampaknya seperti Bali, saat itu jumlah wisatawan di Bali menurun drastis. Juga ada travel advice dari beberapa negara untuk menjauhi kawasan Bali ” jelas Arief.

Ia mencontohkan kasus di penetapan bencana di Bali. Pada saat itu kunjungan wisatawan asal China turun 50 persen lantaran Bali berstatus awas karena erupsi Gunung Agung.

"Begitu statusnya kami ganti yang awas itu hanya jadi radius 10 km dari kawah Gunung Agung itu langsung lain, pengunjung naik 90 persen," tambahnya.

Arief menyatakan pihak-pihak terkait jangan gegabah dalam menyampaikan status bencana. Menurutnya, status bencana bisa mengancam jumlah devisa negara yang diterima.

“Kerugian nasional kehilangan devisa 15 triliun rupiah” paparnya.

Saat itu, pemerintah langsung menyatakan status Bali aman kecuali Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

Menurutnya, kondisi Bali pada awal erupsi dari 2017 hingga saat ini relatif sama. Gunung Agung masih erupsi tetapi kondisinya tidak berbahaya.

“Kondisi yang sama tetapi status yang berbeda pasti impact-nya berbeda. Bali itu Gunung Agung dari kemarin statusnya sama hingga sekarang. Masih ada erupsi kecil-kecilnya, dulu langsung dinyatakan seluruh Bali yang berbahaya namun sebenarnya hanya jarak pada radius tertentu” jelas Arief.

Di tahun 2018, Gunung Agung mengalami erupsi beberapa kali seperti di bulan Juni, Juli dan Agustus. Kondisi Gunung Agung sempat diberikan status awas dan berdampak pada pariwisata Bali.

Pariwisata menjadi salah satu menunjang ekonomi di Indonesia. Jika terdapat krisis, akan mempengaruhi pendapatan dalam negara.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sunyi Bunyi, Lukisan Enam Kisah Obyek Bersejarah di Karawang

Sunyi Bunyi, Lukisan Enam Kisah Obyek Bersejarah di Karawang

Jalan Jalan
Tour de Borobudur Kembali Digelar, Ajak Pesepeda dari Ragam Profesi

Tour de Borobudur Kembali Digelar, Ajak Pesepeda dari Ragam Profesi

Whats Hot
Cari Hotel Murah? Ada Promo Hotel Mulai Rp 99.000 dari Tiket.com

Cari Hotel Murah? Ada Promo Hotel Mulai Rp 99.000 dari Tiket.com

Promo Diskon
Promo Staycation di Palembang, Hotel Berbintang Hanya Rp 300.000

Promo Staycation di Palembang, Hotel Berbintang Hanya Rp 300.000

Promo Diskon
Travel Agent TN Tanjung Puting Terpaksa Jual Kelotok, Babak Belur Dihantam Pandemi

Travel Agent TN Tanjung Puting Terpaksa Jual Kelotok, Babak Belur Dihantam Pandemi

Whats Hot
Wisata Banjarmasin Ditarget Tutup Sampai Akhir Tahun

Wisata Banjarmasin Ditarget Tutup Sampai Akhir Tahun

Whats Hot
KAI Bagi-bagi Tiket Gratis dan Diskon 75 Persen, Simak Cara Dapatnya

KAI Bagi-bagi Tiket Gratis dan Diskon 75 Persen, Simak Cara Dapatnya

Promo Diskon
Eropa Buka Perbatasan untuk Beberapa Negara, Indonesia Belum Diizinkan

Eropa Buka Perbatasan untuk Beberapa Negara, Indonesia Belum Diizinkan

Whats Hot
Di Mana Bandara Paling Sibuk Selama Pandemi Covid-19?

Di Mana Bandara Paling Sibuk Selama Pandemi Covid-19?

Whats Hot
Wisata ke Pantai Duta Wisata Lampung, Beli Ikan Segar dari Nelayan

Wisata ke Pantai Duta Wisata Lampung, Beli Ikan Segar dari Nelayan

Jalan Jalan
Wisata Bukit Lawang Sumut, Lihat Orangutan hingga Masuk Goa Kelelawar

Wisata Bukit Lawang Sumut, Lihat Orangutan hingga Masuk Goa Kelelawar

Jalan Jalan
Dilarang Berenang, Ini Aktivitas Wisata Menarik di Pantai Goa Cemara

Dilarang Berenang, Ini Aktivitas Wisata Menarik di Pantai Goa Cemara

Travel Tips
Dilarang Berenang di Pantai Selatan Yogyakarta, Apa Alasannya?

Dilarang Berenang di Pantai Selatan Yogyakarta, Apa Alasannya?

Whats Hot
Catat, Ini Sanksi Pendaki Gunung Sindoro jika Buang Sampah Sembarangan

Catat, Ini Sanksi Pendaki Gunung Sindoro jika Buang Sampah Sembarangan

Whats Hot
Benarkah Pendaki Gunung Sindoro Wajib Bawa Surat Kesehatan dari Basecamp?

Benarkah Pendaki Gunung Sindoro Wajib Bawa Surat Kesehatan dari Basecamp?

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X